Implementasi PostgreSQL di Industri dan Layanan Publik Dapat Meningkatkan Daya Saing

Implementasi PostgreSQL di Industri dan Layanan Publik Dapat Meningkatkan Daya Saing
TEKNOLOGI | 25 November 2018 09:58 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Universitas Gunadarma dan APTIKOM, bekerja sama dengan PT Equnix Business Solution menyelenggarakan acara seminar bertajuk “PostgreSQL Rocks Indonesia” di Jakarta, kemarin. Seminar tersebut menyoroti beberapa pembahasan terkait Peraturan Presiden No 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), yang mana terdapat pengaturan pemanfaatan aplikasi umum berbagi pakai dan penggunaan kode sumber terbuka (open source) dalam pembangunan.

Software database PostgreSQL diharapkan mampu memberikan kemandirian dan efektivitas biaya dalam pembangunan SPBE. Apalagi penerapan SPBE atau e-government tidak dilepaskan dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di era transformasi digital baru yang membuka peluang inovasi TIK dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Penerapan SPBE atau e-government membuka peluang mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang inovatif dan akuntabel serta meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan publik kepada masyarakat luas,” kata Imam Machdi, Asisten Deputi Perumusan Kebijakan dan Koordinasi Pelaksanaan Sistem Administrasi Pemerintahan dan Penerapan SPBE, Kementerian PANRB.

Di antara teknologi masa depan yang mendorong penerapan SPBE adalah cloud computing. Teknologi layanan berbagi pakai tersebut dapat diakses melalui internet untuk memberikan layanan data, aplikasi, dan infrastruktur kepada pengguna di mana pun dan kapan pun. Teknologi tersebut memberikan efektivitas dan efisiensi yang tinggi untuk melakukan integrasi TIK ke dalam penerapan SPBE guna menghasilkan sistem administrasi pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih cepat, lebih baik, dan lebih efisien.

“Dukungan teknologi layanan berbagi pakai akan mendorong kinerja administrasi pemerintah yang semakin kolaboratif, mobile, serta kian kompetitif,” kata Eko K Budiardjo dari Ikatan Profesio Komputer dan Informatikan Indonesia (IPKIN).

Efisiensi biaya memang menjadi salah satu kendala penerapan SPBE, karena belum adanya tata kelola SPBE yang terpadu secara nasional. Menurut hasil kajian Dewan TIK Nasional pada 2016, total belanja TIK pemerintah untuk software dan hardware periode 2014 – 2016 lebih dari Rp 12,7 triliun atau rata-rata Rp 4,23 triliun per tahun dengan tren meningkat. Kajian tersebut juga menemukan bahwa 65 persen dari belanja aplikasi atau software, termasuk lisensi software digunakan untuk membangun aplikasi sejenis antarinstansi pemerintah.

Hal tersebut mengindikasikan kurangnya koordinasi antarinstansi pemerintah dalam pengembangan SPBE sehingga terjadi duplikasi anggaran belanja TIK secara nasional.

Menghadapi pesatnya ekspansi TIK dan data dalam penerapan SPBE, tentunya menjadi salah satu faktor pertimbangan penting. Maka dari itu, solusi software Open Source menjadi pilihan yang masuk akal untuk mendukung tujuan efisiensi biaya, termasuk software database dalam infrastruktur SPBE.

PostgreSQL sebagai Open Source Database Management Systems (OSDBMS) menjadi sebuah pilihan utama sistem database kelas perusahaan, bahkan menjadi alternatif kuat dari solusi sistem database komersial berbayar.

“Kendala dalam pengadopsian teknologi memang selalu ada karena menjadi bagian dari proses perubahan. Seminar ini diharapkan mampu memberikan gambaran tentang perkembangan TIK dalam penerapan SPBE serta software open source sebagai solusi alternatif yang efisien biaya,” kata Dr. Rer. Nat. I Made Wiryana, SSi, SKom, MSc, Dosen pengajar di Universitas Gunadarma.

Menurutnya, kehadiran PP No 95 2018 patut diapresiasi karena bisa membantu mengurangi kolusi, korupsi, dan nepotisme berkat penerapan sistem pelayanan berbasis elektronik.

Software berbasis Open Source menjadi alternatif menarik dalam penerapan SPBE yang coba diwujudkan oleh pemerintah dibandingkan dengan software komersial berlisensi karena menawarkan kemandirian dan penghematan biaya.

“Pasar Indonesia kini lebih membuka diri terhadap platform dan solusi database open source dalam perusahaan yang merupakan peluang bagus untuk produk database open source seperti PostgreSQL,” kata Julyanto Sutandang, CEO PT Equnix Business Solutions.

Equnix dan misi penyelamatan

PT Equnix Business Solutions (Equnix), perusahaan solusi TI berbasis software Open Source, menawarkan solusi untuk menyelamatkan korporasi. Implementasi PostgreSQL merupakan sebuah “misi penyelamatan” terhadap kebutuhan terhadap sistem manajemen database yang mumpuni, berperforma tinggi, dan efisien biaya, serta mampu menangani beban produksi masif.

Equnix dengan semangat Open Source selalu berusaha mengemban misi tersebut untuk membantu perusahaan-perusahaan profesional, khususnya di dunia perbankan, finansial, industri, dan tentu saja, pemerintahan.

Implementor PostgreSQL sejak versi 8.4 dengan berbagai layanan yang diberikan seperti; instalasi, konfigurasi untuk performa tinggi, dan migrasi dari Relational Database Management System (RDBMS) lain ke PostgreSQL, Equnix selalu berusaha mengedepankan solusi yang efektif dan tepat. Sebagai sebuah RDBMS yang sangat matang, fitur-fitur PostgreSQL menjadi senjata utama dalam menciptakan sebuah infrastruktur yang kuat untuk menjamin keutuhan data saat melayani beban transaksi yang tinggi. (mdk/sya)

TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami