Induk Usaha TikTok ByteDance Siap Rilis Gim Mobile, Saingi Tencent?

TEKNOLOGI | 26 Januari 2020 08:00 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Developer sekaligus orang tua perusahaan dari jejaring sosial yang sedang ngetren TikTok yakni ByteDance, kini digadang-gadnag tengah mempersiapkan perilisan dua judul gim terbarunya pada tahun ini.

Perilisan video gim ini kabarnya merupakan langkah ByteDance untuk bersaing ketat dengan Tencent Holdings.

Mengutip laman South China Morning Post via Tekno Liputan6.com, kedua judul gim itu akan mewakili debut ByteDance di pasar gaming non-kasual. Gim ini akan menyasar gamers di dalam dan luar negeri.

Mengutip orang yang dekat dengan masalah ini, ByteDance akan menghadirkan gim online multi-pemain. Perusahaan yang berbasis di Beijing ini kabarnya telah memiliki tim beranggotakan 1.000 karyawan untuk operasi gimnya.

ByteDance disebut-sebut telah mengakuisisi studio gim, termasuk di antaranya Pangu Game Global dan Shanghai Mokun Digital Technology.

Perwakilan dari ByteDance dan Tencent tidak segera menanggapi ketika ditanya mengenai hal ini.

Namun, inisiatif terbaru dari ByteDance ini menunjukkan bagaimana perusahaan internet besar Tiongkok bersaing secara agresif dalam membangun ekosistem.

1 dari 2 halaman

Berkat TikTok

Ekosistem yang dimaksud terdiri dari berbagai platform yang dapat menampung berbagai layanan untuk menarik pengguna baru.

Sebagai perusahaan internet ByteDance memang menggantungkan bisnis dari pemasukan iklan dari bisnis konten Douyin (TikTok) dan agregator berita Jinri Toutiao.

Di Tiongkok, Douyin telah terintegrasi dengan jaringan online shop Taobao Marketplace milik Group Alibaba dan platform Tmall.

2 dari 2 halaman

Tentang ByteDance

ByteDance didirikan oleh mantan engineer Zhang Yimin di tahun 2012. ByteDance memiliki nilai valuasi USD 78 miliar tahun lalu, salah satunya berkat ekspansi internasional TikTok ke pasar global.

Dalam waktu 7 tahun, ByteDance telah tumbuh menjadi rival Tencent dan Baidu sebagai salah satu perusahaan teknologi paling besar di Tiongkok.


Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustin Setyo Wardani (mdk/idc)

Baca juga:
Founder Snapchat Sebut TikTok Bisa Kalahkan Instagram
Sedang Banyak Digemari, Inilah Cara Menghasilkan Uang dari Bermain TikTok
Pendiri Snapchat sebut TikTok Mampu Salip Instagram
Popularitas TikTok Pepet WhatsApp
Mengapa Tentara AS Tak Boleh Instal TikTok?
Dianggap Bahaya, Tentara AS Dilarang Gunakan Tik Tok
Resso, Aplikasi Musik Streaming Besutan Developer TikTok

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.