Ini Adalah Barang Pertama yang Dijual di Internet, Apa Itu?

TEKNOLOGI | 21 November 2019 12:00 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - E-commerce kini makin merajalela. Kini kita akan sangat mudah membeli barang secara online. Bahkan, internet jadi komoditas orang-orang untuk berbisnis secara online.

Disebut, internet berkontribusi terhadap USD 2,2 triliun perdagangan global. Menariknya, transaksi online pertama di dunia jauh dari perkiraan banyak orang.

Uniknya, bukan barang primer atau barang mewah yang pertama kali dijual di internet. Barang tersebut adalah ganja. Transaksi online ini dilakukan oleh mahasiswa.

1 dari 1 halaman

Sejarah Penjualan Online

Di antara tahun 1971 hingga 1972, mahasiswa Universitas Stanford menggunakan akun internet 'Arpanet' di laboratorium Artificial Intelligence di kampus tersebut untuk melakukan jual beli ganja dengan mahasiswa Massachussetts Institute of Technology (MIT).

Tentu, hal ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi sebelum akhirnya terungkap.

Ironisnya, sejak saat itu juga, semua jenis narkoba banyak dijual secara online. Dari tahun 70an, ke 80an, hingga tahun 90an, perdagangan narkoba online berkembang pesat.

Bahkan di tahun 2015 saja, ditemukan 73 jenis narkoba baru dipasarkan di internet. Hampir 50 jenisnya berbahan asal ganja.

Melihat fakta tersebut, tentu kita wajib waspada dan ikut mengawasi orang-orang di sekitar kita agar tidak tersangkut jual beli narkoba online.

Hal ini dikarenakan 40 persen pengguna internet global atau lebih dari 1 miliar orang dipastikan pernah membeli barang online. Hal ini membuat bahwa saat seseorang berkenalan dengan internet, sangat besar peluangnya untuk bersentuhan dengan transaksi online. (mdk/idc)

Baca juga:
Shopee: 138 Juta Transaksi Terjadi selama Kuartal Ketiga 2019
Tingkatkan Inklusi Keuangan, Tokopedia Gelar Kampanye #InvestasiAjaDulu
Sasar Milenial, SMF Gandeng Tokopedia Cs Pasarkan Produk Investasi
Transaksi E-Commerce Indonesia Diprediksi Capai Rp913 Triliun di 2022
Beragam Tantangan Ekspor Indonesia, Termasuk Bentuk Kemasan yang Masih Biasa Saja
Kaspersky Lab sebut Adanya Peningkatan Penipuan saat Harbolnas
BCA Ingatkan Potensi Gangguan di Harbolnas 11.11