Ini Alasan Mengapa Kura-kura Bisa Hidup Panjang Umur, Hingga Ratusan Tahun!

TEKNOLOGI | 16 November 2019 11:01 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Kurang-kura mungkin adalah hewan yang lambat. Namun Kura-kura akan menang jika pertandingannya adalah seberapa lama dalam bertahan hidup.

Gaya hidup kura-kura raksasa yang pelan tapi pasti, mampu membuat binatang yang hidup dalam tempurung tersebut hidup bahkan di atas seratus tahun.

Bahkan, dilansir dari Mental Floss, kura-kura raksasa tertua adalah Jonathan yang kini berusia 186 atau 187 tahun dan sekarang tinggal di St. Helena Island, sebuah pulau dalam kepulauan Tristan de Cunha di Samudera Atlantik yang terpencil. Jonathan pun jadi binatang yang tertua di dunia saat ini.

Secara tidak resmi, banyak yang mengklaim memiliki kura-kura yang lebih tua. Seperti di India yang mengklaim memiliki kura-kura yang berumur 255 tahun ketika ia meninggal di tahun 2006 silam.

1 dari 2 halaman

Rahasia Panjang Umur Kura-kura

Hal ini menjadi perhatian besar bagi para ilmuwan, yang ingin juga mencari rahasia dari panjangnya umur kura-kura raksasa.

Prediksi awal dari para ilmuwan, tentu dari gaya hidup serba pelan yang diusung para kura-kura ini. Namun hal tersebut memang sulit disanggah.

Kura-kura raksasa yang memiliki metabolisme sangat lambat, tentu membakar energi dalam jumlah yang lebih rendah ketimbang binatang lain yang lebih kecil dan lebih cepat.

Di tahun 1908, fisiologis bernama Max Rubner memperkenalkan teori 'rasio hidup,' yang merupakan perbandingan terbalik antara metabolisme dan angka harapan hidup.

Jadi jika metabolisme cepat, angka harapan hidup akan turun. Namun hal ini banyak diperdebatkan oleh para ilmuwan, dan ilmuwan masih mencari hubungan yang lebih pasti antara metabolisme dan panjangnya umur.

Muncul prediksi bahwa metabolisme ternyata dihubung-hubungkan dengan terciptanya radikal bebas, yang merupakan molekul tak stabil yang bisa merusak sel. Radikal bebas ini makin banyak setara dengan energi yang dibakar oleh tubuh.

Jika mengacu pada teori ini, kura-kura raksasa hidup lebih lama karena metabolismenya yang lambat membakar lebih sedikit energi. Hal ini menyebabkan radikal bebas yang sedikit, dan sedikit pula sel berbahaya dalam tubuhnya.

2 dari 2 halaman

Perilaku Reproduksi Juga Jadi Faktor

Perilaku reproduksi serta bentuk mereka juga digadang-gadang sebagai pemicu panjangnya umur.

Bentuk mereka yang besar, terlindungi oleh tempurung yang kuat, serta secara geografis hanya hidup di pulau tertentu, membuat kura-kura tak memiliki predator yang akan memangsanya.

Karena spesies mereka terjaga dari predator pula, mereka juga 'santai' dalam hal reproduksi. Kura-kura raksasa menjaga cadangan sumber daya biologisnya, dan menjaga mereka tetap hidup.

Semua teori ini memiliki kelemahan dan pertanyaan yang tak terjawab. Namun para ilmuwan percaya bahwa kombinasi dari faktor biologis dan faktor evolusi lah yang membuat kura-kura raksasa bisa tetap hidup panjang umur hingga di era sekarang.

Hal ini tentu jauh dari klaim bahwa kura-kura memiliki 'gen ajaib' yang ingin dicari oleh para ilmuwan, dan diterapkan di manusia. (mdk/idc)

Baca juga:
Rahasia Sukseskan Kencan Pertama Berdasarkan Ilmu Pengetahuan, Layak Dicoba!
Cara China Menyiapkan Misi ke Mars
Penjelasan Ilmiah Soal Barang Baru yang 'Masih Bau Toko', Kok Bisa?
Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Kucing Dibuang Bisa Pulang ke Rumah
Orang Kidal Lebih Cerdas, Mitos Atau Fakta?
Polusi Cahaya di Perkotaan Makin Parah, Bisakah 'Dibersihkan?'
Hypebeast Ramah Lingkungan, Sepatu Besutan Kanye West Ini Gunakan Busa dari Ganggang