Ini Risiko Keamanan Siber Saat Kerja Jarak Jauh dan WFH

Ini Risiko Keamanan Siber Saat Kerja Jarak Jauh dan WFH
TEKNOLOGI | 29 Juni 2020 17:07 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Salah satu risiko keamanan siber saat kerja jarak jauh (remote) ataupun work from home (WFH) di tengah pandemi ini, adalah ketika bekerja dengan menggunakan perangkat lawas atau usang.

Hal ini berdasarkan laporan 2020 Global Network Insights Report dari NTT Ltd., yang telah menemukan di lebih 1.000 perusahaan dan mencakup lebih dari 800.000 perangkat jaringan.

Dari temuannya, 46,3 persen aset jaringan organisasinya sudah menua atau usang.

Data tersebut mewakili lonjakan besar pada 2017, ketika angka hanya menembus 4,3 persen. Pandemi Covid-19 dan lonjakan yang terjadi akibat konsumsi bandwidth membuat tingginya tingkat ketegangan pada jaringan, menambah tantangan yang ada, dan pada akhirnya menciptakan badai risko keamanan siber.

Dengan peningkatan kerja jarak jauh, akses jarak jauh serta konsumsi layanan suara dan video, jaringan milik organisasi dan infrastruktur keamanan sedang berada di bawah tekanan luar biasa.

Mengomentari data tersebut, Rob Lopez, Executive Vice President Intelligent Infrastructure dari NTT Ltd., mengatakan saat new normal ini banyak bisnis yang memerlukan strategi jaringan dan keamanan arsitektur, operasional dan dukungan model untuk mengelola risiko operasional dengan lebih baik.

"Kami berharap dapat melihat perubahan strategi dalam menciptakan prioritas pada kelangsungan bisnis dan persiapan untuk masa depan jika sistem lockdown mulai mereda," kata Lopez melalui keterangannya yang dikutip dari Tekno Liputan6.com.

Ia menilai, infrastruktur jaringan perlu dirancang secara tepat dan dikelola untuk menghadapi lonjakan yang tidak direncanakan.

Hal ini perlu untuk dilihat kembali, baik di cloud atau infrastruktur fisik pada perusahaan sehingga dapat mengurangi dampak dan frekuensi pemadaman bisnis.

Baca Selanjutnya: Kerentanan Perangkat Usang...

Halaman

(mdk/idc)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami