IPO, Envy Technologies Lepas 600 Juta Saham

TEKNOLOGI | 18 Juni 2019 18:22 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - PT Envy Technologies Indonesia, Tbk, (ENVY), perusahaan penyedia jasa teknologi informasi, akan melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 600.000.000 (enam ratus juta) saham biasa, termasuk pelaksanaan Employee Stock Allocation (ESA) sebanyak-banyaknya 18.000.000 (delapan belas juta) saham biasa, dan seluruh saham biasa atas nama pemegang saham sebelum Penawaran Umum Perdana sebesar 1.200.000.000 (satu miliar dua ratus juta) saham biasa.

Dengan demikian, jumlah saham yang akan dicatatkan oleh Perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah sebesar 1.800.000.000 (satu miliar delapan ratus juta) saham biasa atas nama dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana. ENVY diperkirakan meraih dana sekitar Rp240 miliar s.d. Rp360 miliar.

Mohd. Sopiyan bin Mohd. Rashdi - Direktur Utama ENVY, mengatakan nantinya satu lembar sahamnya akan dijual Rp 350 – 475. Selain itu, pihaknya sudah melakukan mini expose di BEI dan perkiraaan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 27 Juni 2019.

Dari sisi kinerja, ENVY membukukan pendapatan sebesar Rp80,35 miliar pada tahun 2018 dan mengalami kenaikan sebesar Rp77,16 miliar atau setara dengan 2.424,90 persen dibandingkan pendapatan pada tahun 2017 sebesar Rp3,18 miliar.

Kenaikan ini terutama disebabkan oleh pendapatan perseroan dari segmen sistem integrasi informatika sebesar Rp68,28 miliar. Selain itu, terjadi peningkatan pendapatan dari segmen sistem integrasi telekomunikasi sebesar Rp10,27 miliar atau naik sebanyak 4.272,50 persen, setara Rp10,51 miliar sampai akhir tahun 2018 dibandingkan dengan akhir tahun 2017 dengan nilai pendapatan Rp240 juta.

"Strategi di tahun ini, Perseroan membidik penguatan posisi sebagai penyelenggara layanan jasa keamanan informasi digital, pengembangan eksponensial layanan big data, dan layanan digital sektor keuangan, serta penguatan posisi sebagai mitra para perusahaan," kata Mohd. Sopiyan saat acara konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/6).

Sopiyan melanjutkan, hingga akhir tahun ini, manajemen optimistis pendapatan bisa mencapai Rp102,76 miliar dan tahun depan targetnya dipatok sebesar Rp105,40 miliar. Laba bersih juga diproyeksikan mencapai Rp7,27 miliar pada tahun ini, sedangkan tahun depan sebesar Rp23,79 miliar.

"Strategi pada tahun ini ditargetkan menyentuh Rp391,46 miliar dan pada 2022 diharapkan bisa menembus Rp545,88 miliar," ujarnya.

Saat ini saham ENVY dimiliki dengan Komposisi Pemegang Saham yaitu Perusahaan Lokal sebanyak 25,50 persen, Asing sebanyak 43,52 persen dan yang terakhir Publik sebanyak 33,33 persen.

Pada Sistem Integrasi Informatika, ENVY memberikan layanan proses pembuatan sistem informasi digital yang kompleks, termasuk merancang atau membangun aplikasi yang disesuaikan, kemudian mengintegrasikannya dengan perangkat keras, perangkat lunak, dan sistem komunikasi.

Beberapa klien yang menggunakan jasa perseroan sejak 2009, di antaranya Cranium Ventures, Polantas, PillarTech, Inti, Dinamika Utama Jaya, Teknoglobal, Zamrud Technology, Dgensia, dan Goldust.

Pada Sistem Integrasi Telekomunikasi, ENVY melayani instalasi piranti keras jaringan inti, sistem komunikasi data, dan sistem transmisi digital. Klien yang mempercayai ENVY sejak 2015, di antaranya XL Axiata, Indosat Ooredoo, Telkomsel, Jabartel, dan AltoBridge.

Sementara itu, di pilar bisnis Keamanan Informasi Digital, ENVY memberikan layanan perlindungan sistem klien dengan solusi keamanan siber dan pemantauan sistem klien.

Klien yang mempercayai ENVY pada pilar bisnis ini sejak 2005 seperti Astra International, Bank Danamon, Bank CIMB Niaga, Mandiri, Bank Index, JNE, Maybank, Danareksa, Commonwealth, MegaJiwa, dan BCA Life.

(mdk/faz)

TOPIK TERKAIT