Iran blokir Telegram

TEKNOLOGI | 2 Mei 2018 18:28 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Pemerintah Iran resmi memblokir Telegram. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar keamanan di Iran tetap kondusif.

Dilaporkan Reuters, Rabu (2/5), sebetulnya, rencana pemblokiran itu sudah dipertimbangkan matang-matang sejak Januari tahun ini.

Hal itu diawali dengan demonstrasi di lebih dari 80 kota di Iran. Dugaan pun muncul, ketika sejumlah tokoh Iran ‘bersabda’ bahwa Telegram menjadi alat untuk mengorganisir pendemo hingga pada akhirnya dikuasai Garda Revolusi dan relawan yang dituding terafiliasi.

"Berdasarkan permintaan organisasi keamanan untuk menghadapi kegiatan ilegal Telegram, peradilan melarang penggunaan di Iran," tulis pengadilan Iran tersebut.

"Maka, seluruh penyedia layanan internet di Iran harus mengambil langkah tegas memblokir website dan aplikasi Telegram per 30 April 2018," tambahnya.

Perintah untuk memblokir Telegram dikeluarkan beberapa hari setelah Iran melarang badan-badan pemerintah menggunakan aplikasi tersebut. Aplikasi ini diketahui memang kerap digunakan oleh media, badan pemerintah Iran, politisi, perusahaan, dan rakyat biasa.

Masih menurut sumber yang sama, berdasarkan catatannya jumlah pengguna Telegram di Iran mencapai angka 40 juta.

Dengan jumlah yang sebanyak itu, pemerintah Iran pernah membuat aplikasi serupa Telegram bernama The Soroush, namun tak laku. Hal itu lantaran dianggap tak aman dan dapat memata-matai penggunanya.

(mdk/ara)

TOPIK TERKAIT