Jelang Pemilu 2019, Kemkominfo Masih Temukan Hoaks
TEKNOLOGI | 16 April 2019 11:00 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggunakan dua pendekatan dalam menangani konten hoaks jelang hitungan hari Pemilu atau masa tenang.

Menurutnya, cara yang dilakukan adalah pertama melakukan pengaisan terhadap konten hoaks yang berjalan setiap harinya dan kedua pengawasan konten khusus pada masa tenang Pemilu.

"Ada dua pendekatan untuk menangani hoaks yaitu yang sudah berjalan dan yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum," jelas Rudiantara dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Akhir Pengamanan Tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pileg dan Pilpres 2019 di Jakarta yang dikutip dari laman resmi Kemkominfo, Senin (15/04).

Lebih lanjut dikatakannya, bersama dengan Bawaslu, pihaknya melakukan pengaisan setiap hari atas konten-konten yang diduga melanggar pasal 492 UU 7 Tahun 2017. Hasil dari pengaisan tersebut, dari tanggal 14 Maret sampai 15 Maret (pagi hari), telah ditemukan beberapa konten yang diduga melanggar Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.

"Hasilnya, pada tanggal 14 Maret setelah jam 00.01 WIB sampai tadi malam jam 00.00 teridentifikasi ada 4 hoaks. Kemudian, sampai tadi pagi jam 06.00, teridentifikasi ada 3 yang diduga melanggar UU 7 Tahun 2017," kata Menteri yang akrab disapa Chief RA ini.

Kata Chief RA, pengaisan konten hoaks di masa tenang, khusus menggunakan UU Pemilu. Sementara penanganan hoaks berjalan mengacu pada UU ITE.

(mdk/faz)