Kalau Bintang Bisa Mati, Apakah Matahari Bisa Berhenti Bersinar?

TEKNOLOGI | 12 Februari 2019 16:00 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Sudah sejak lama para astronom menemukan bahwa bintang-bintang di langit ternyata bisa mati. Bintang yang merupakan objek angkasa yang bisa memancarkan cahayanya sendiri, ternyata bisa berhenti memancarkan cahaya.

Disebut bahwa bintang lama-kelamaan akan melewati masa redup lalu akan hilang cahayanya. Hal ini pun terjadi tiap hari dan setiap saat NASA melaporkan temuan bintang yang mati melalui teropong canggih miliknya.

Dari sini muncul pertanyaan, apakah matahari yang merupakan bintang, juga akan berhenti bersinar? Jawabannya ya.

Namun, melansir jawaban dari Quora yang dikutip Mental Floss, matahari tak akan berhenti bersinar dalam waktu dekat.

Matahari yang kira-kira umurnya 4,5 milyar tahun memiliki umur yang hanya sepertiga dari umur alam semesta ini. Jadi, matahari masih dalam posisi akan lebih terang lagi.

Para ilmuwan justru berpendapat bahwa umat manusia tak akan menyaksikan kejadian ketika matahari mati, pasalnya ketika matahari akan makin panas, karbon dioksida di Bumi akan lenyap dan kehidupan di Bumi akan musnah.

Ilmuwan berpendapat bahwa dalam 2,5 hingga 3 milyar tahun mendatang, temperatur matahari akan naik hingga semua air yang ada di Bumi mencapai titik didih. Dalam 4 hingga 5 milyar tahun, Bumi akan lebih buruk dari Venus, di mana tak ada air dan seluruh permukaannya meleleh.

Nantinya, matahari masih akan berevolusi menjadi bintang merah raksasa yang jangankan Bumi, galaksi Bima Sakti pun tak akan bertahan. Akhirnya, ketika semua bahan bakarnya habis dan terlontar ke antariksa, inti matahari akan mengendap ke tahap akhir evolusinya menjadi bintang kerdil putih. Dan di tahap ini, energi tak lagi dihasilkan meski sejumlah besar panas masih tersimpan. Dari sini, matahari akan mendingin dalam periode waktu yang lambat.

Jika ditanya butuh berapa tahun untuk hal ini terjadi, jawabannya milyaran tahun. Butuh entah berapa milyar tahun lagi untuk matahari benar-benar mati, dalam artian turunnya temperatur dari ratusan ribu derajat Celcius hingga mendingin dan mati layaknya bintang yang kerap diintip dan dilaporkan NASA.

Baca juga:
Teknologi Selamatkan Umat Manusia Dari Mitos Ramalan Cuaca dari Marmut
Penjelasan Ilmiah Soal Sedikitnya Batasan Jumlah Sahabat yang Ideal
Penjelasan Ilmiah Mengapa Makan Serangga Bisa Cegah Pemanasan Global
Penjelasan Ilmiah Soal Kecanduan Media Sosial yang Serupa Narkoba, Berbahaya?
Ini Alasan Mengapa Kita Suka Membuka Banyak Tab di Browser PC atau Smartphone
Bagaimana Keadaan Tubuh Jika Kita Meninggal di Luar Angkasa?
Planet Luar Tata Surya ini Punya 3 Matahari, Seperti Apa?

(mdk/idc)