Kebutuhan Internet di Indonesia Makin Tinggi Tapi Belum Terpenuhi

TEKNOLOGI | 23 Februari 2019 08:21 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Direktur Jaringan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Heru Dwikartono, saat ini diperkirakan di Indonesia masih ada sekitar 25 ribu desa yang belum mendapatkan akses internet.

Sementara berdasarkan perhitungan, kebutuhan internet broadband berbasis di Indonesia diperkirakan sekitar 150Gbps. Namun, kebutuhan yang tinggi ini ternyata belum terpenuhi.

"Kebutuhan broadband tinggi tetapi kemampuan negeri ini belum. Beberapa masih memakai transponder satelit asing," kata dia di Jakarta, Jumat (22/2).

Maka dari itu, untuk bisa memenuhi hal itu, PSN baru saja meluncurkan satelit Nusantara Satu. Satelit ini bertujuan untuk memangkas kesenjangan pengguna internet di tempat-tempat yang belum terjangkau.

"Dengan adanya satelit ini diharapkan bisa memberikan layanan internet untuk desa yang belum mendapatkan akses internet," ungkapnya.

PSN berencana untuk melanjutkan peluncuran satelit selanjutnya dalam beberapa tahun mendatang. Rencananya, satelit Nusantara Dua akan diluncurkan pada 2020, sedangkan satelit Nusantara Tiga siap mengudara pada 2022.

"Kebutuhan Indonesia 150Gbps, dari Nusantara Satu memilki kapasitas 15Gbps ditambah satelit lain yang ada saat ini 15Gbps, jadi total 30Gbps. Masih ada jarak kebutuhan dan suplai. Karenanya, kami akan meluncurkan satelit kedua tahun depan," ujar Heru menjelaskan.

Menurut Heru, dengan ditambah satelit Nusantara Dua dan Nusantara Tiga, kapasitas dari satelit milik PSN dapat mencapai 150Gbps. Alasannya, Nusantara Tiga akan menggunakan teknologi baru sehingga memiliki kapasitas lebih besar dari 100Gbps.

"Kapasitas itu mencakup kebutuhan broadband seluruh Indonesia. Saat itulah kita bisa swasembada broadband," ujar Heru.

Sekadar informasi, kapasitas 150Gbps merupakan target pemerintah untuk memenuhi kebutuhan internet berbasis satelit di 150 ribu titik di Indonesia.

(mdk/faz)

TOPIK TERKAIT