Kembangkan aplikasi baru, Blue Bird klaim jaga privasi pelanggan

TEKNOLOGI | 19 Mei 2016 15:51 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Blue Bird baru saja meluncurkan redesign aplikasinya. Menurut Direktur Blue Bird, Sigit Priawan Djokosoetono, redesign aplikasinya ini memiliki fitur-fitur yang lebih menarik ketimbang sebelumnya. Seperti misalnya, dari sisi tampilan dan teknologi.

Kata Sigit, tampilan pada aplikasi barunya ini dirombak total lantaran dianggap tak kekinian. Sedangkan dari sisi teknologinya, aplikasi tersebut sudah menggunakan teknologi cloud computing.

"Perbedaan dari tampilannya beda semua karena yang lama juga tertinggal. Kemudian teknologi jauh berbeda. Kita pakai cloud computing. Jadi, aplikasi kita ini udah modern dan udah bisa didownload di segala operating sistem (OS). Fitur-fiturnya pun kita anggap sudah kekinian," ujarnya saat konferensi pers di kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (19/05).

Lebih detail, fitur-fitur yang baru pada aplikasi barunya seperti bisa mengetahui posisi taksi berada dan pelanggan bisa melakukan rating terhadap layanan Blue Bird. Sebelum meluncurkan 'kembali' aplikasinya ini, pihaknya mengadakan survey untuk mengetahui keinginan dari para pelanggannya.

Maklum, meski Blue Bird telah memiliki aplikasi sebelumnya, diakuinya masih kurang mengakomodir keinginan para pelanggannya. Wajar, aplikasinya itu telah hadir sejak tahun 2011 dan kurang diseriusi oleh pihaknya.

"Dulu sama sekarang pastinya berbeda. Saat ini jelas inovasi sekarang adalah teknologi dan tentunya strategy. Bentuk startegi itu, ya seperti sekarang ini. Kita mendesain ulang aplikasi kita. Kalau dulu mungkin inovasi dilakukan 5 tahun, tapi mungkin sekarang baru 5 bulan kita lakukan inovasi," jelas Sigit.

Keunggulan lain dari aplikasinya ini, yakni data privasi pelanggan seperti nomor telepon tidak bisa diketahui oleh pengemudi Blue Bird. Selain itu, pelanggan juga bisa mengatur waktu pesanan taksi mereka.

"Jadi misalnya saja pelanggan mau ke Bandara besok pagi. Nah, di aplikasi ini sudah bisa mengatur waktu yang diinginkan oleh pelanggan," tuturnya.

Sayangnya, Sigit masih enggan membeberkan angka investasi yang dilakukan oleh Blue Bird untuk mengembangkan aplikasinya ini. Dia hanya mengatakan sejauh ini jumlah pengunduh aplikasinya berkisar satu juta pengunduh.

(mdk/bbo)