Kementerian Kominfo Terus Dukung eSports Indonesia

TEKNOLOGI | 7 Agustus 2019 14:22 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika RI terus memberikan dukungan kepada olahraga esports di Tanah Air melalui beragam instrumen. Antara lain mendukung suksesnya penyelenggaraan The International 9th di Games Land Party (GLP) 2019 yang digelar di Surabaya pada 24 dan 25 Agustus tahun ini.

Esports adalah permainan video game yang bersifat kompetitif. Sebelumnya esports identik dengan game untuk PC dan konsol, kini menjamah ranah game mobile.
GLP 2019 akan diikuti lebih dari 10.000 pengunjung dan menjadikan ajang ini sebagai kopi darat komunitas gamers terbesar yang diadakan di Indonesia tahun ini.

Menteri Rudiantara memastikan hadir untuk menyampaikan keynote speech kepada ribuan pengunjung yang akan menghadiri gelaran tersebut di Jatim Expo Surabaya.

Dukungan menteri ini disampaikan saat menerima audiensi panitia The International 9th di Games Land Party 2019 di kantornya, Senin (5/8).

Christian Suryadi, Direktur Pengembangan Bisnis PT Electronic Sports Indonesia (ESID) sebagai penyelenggara acara, mengatakan Esports muncul sebagai salah satu fenomena digital dengan game sebagai daya pikatnya.

Yang menarik dari esports adalah mayoritas game yang dipertandingkan membutuhkan kerja sama dan kolaborasi berbagai karakter, dengan tujuan dan obyektif yang sama yaitu juara, ujar Christian yang telah 13 tahun berkecimpung di dunia esports Indonesia dan Asia Tenggara.

Kata dia, Games Land Party 2019 adalah event yang diadakan sebagai wadah berkumpulnya paragames dari berbagai platform, sekaligus untuk menunjukkan bahwa esports adalah salah satu industri baru yang berkembang dengan pesat baik dari sisi ekonomi maupun sosial.

Ajang ini kami hadirkan untuk memberikan wadah bagi pelanggan yang mencintai game dan esports, serta salah satu upaya membangun ekosistem digital entertainment lifestyle bagi masyarakat Indonesia, ucapnya.

Menteri Rudiantara mengatakan esports bukan sekadar permainan, tapi menjadi ajang professional. Ini peluang bagi Indonesia, tidak hanya untuk mengembangkan game lokal tapi menjadi wadah bagi anak muda mengukir prestasi esports di level internasional, ungkap Rudiantara.

Lebih lanjut, kata menteri, dalam urusan games dan esports, peran pemerintah lebih sebagai fasilitator dan akselerator, bukan sebagai regulator.

Satu-satunya regulasi yang diterbitkan Kemkominfo terkait games hanyalah Peraturan Menteri No 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Umum Permainan Interkatif Elektronik. Ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin industri games dan esports ini berkembang lebih cepat, " jelasnya.

Berdasarkan laporan Newzoo, Indonesia menjadi salah satu pasar video game terbesar di Asia Pasifik dengan nilai mencapai US$ 941 juta (sekitar Rp 13 triliun). Melihat potensi tersebut, bukan hal mengherankan, bila industri esports juga ikut berkembang pesat.

(mdk/sya)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com