Kemkominfo Apresiasi Langkah BI Koordinasi dengan BSSN Pasca Diserang Ransomware

Kemkominfo Apresiasi Langkah BI Koordinasi dengan BSSN Pasca Diserang Ransomware
Hacker. ©2014 Merdeka.com
TEKNOLOGI | 21 Januari 2022 12:12 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Juru Bicara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Anton Setiawan, mengatakan Bank Indonesia (BI) membenarkan menjadi korban serangan ransomware. Pihak BI telah melaporkannya jauh sebelum ramai kasus ini yakni pada 17 Desember 2021.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti BSSN dengan melakukan serangkaian verifikasi terhadap konten dari data yang tersimpan. Berdasarkan verifikasinya itu ditemukan bahwa serangan ransomware menargetkan data milik BI cabang Bengkulu.

"Berdasarkan penelusuran, data tersebut merupakan data milik BI cabang Bengkulu," kata Anton.

Anton melanjutkan, sebanyak 16 perangkat komputer milik Cabang BI terkena dampaknya. Soal data yang dicuri, baik BSSN dan BI memastikan file-file tersebut merupakan data pekerjaan personal di PC pada kantor BI cabang Bengkulu.

"Data-data yang bocor tidak terkait dengan sistem kritikal di BI," ujarnya.

Sebelumnya, DarkTracer, platform intelijen dark web menyebutkan bahwa BI diduga telah menjadi korban serangan ransomware. Serangan ini dilakukan oleh geng bernama Conti. Hal itu ia ungkap dalam akun Twitternya, Kamis (20/1).

"[Alert] Conti ransomware gang has announced "BANK OF INDONESIA" on the victim list," tulisnya.

Untuk menunjukkan buktinya, mereka mengunggah bukti yang menampilkan jenis-jenis data yang dimiliki oleh Bank Indonesia. Dari tangkapan layar yang dibagikan, file ini sudah dilihat oleh 14 user, dengan jumlah file sekitar 838 atau berukuran 487.09MB.

Akan tetapi, Dark Tracer tidak memberikan informasi lebih rinici tentang data-data apa saja yang diambil oleh pelaku. Namun karena proses publish data tersebut masih 1 persen, masih belum diketahui seberapa besar jumlah data yang dicuri dan disandera oleh geng Conti ransomware tersebut.

(mdk/faz)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami