Kemkominfo Belum Pikirkan Tender Frekuensi Bekas Bolt dan First Media

TEKNOLOGI | 28 Desember 2018 15:04 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Frekuensi 2.3 GHz kini sudah dikembalikan lagi ke pemerintah. Frekuensi ini, sebelumnya ditempati Bolt, First Media, dan Jasnita. Sejauh ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) belum memutuskan sikap terkait dengan penggunaan frekuensi itu di masa mendatang.

"Soal itu nanti akan dilakukan pembahasan lagi. Frekuensi ini kan Sumber Daya yang terbatas. Terpenting haknya sekarang sudah kembali ke negara," ujar Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI), Kemkominfo, Ismail usai acara konferensi pers mengenai pencabutan izin Bolt, First Media, dan Jasnita di Gedung Kemkominfo, Jakarta, Jumat (28/12).

Dilanjutkannya, belum ada sama sekali skenario atau rencana mendatang untuk melakukan tender di frekuensi tersebut. Meski begitu, pertimbangan penggunaannya akan dilakukan untuk industri.

"Pertimbangannya nanti pasti untuk kepentingan industri dan masyarakat. Itu yang paling penting dulu," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, kekosongan frekuensi itu karena ketiga perusahaan tersebut belum melunasi Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi selama dua tahun. Mulai dari tahun 2016 sampai 2018. Sehingga Kemkominfo memutuskan untuk menarik frekuensi yang dipakai oleh perusahaan tersebut.

Baca juga:
Kemkominfo: Bolt, First Media, dan Jasnita Tetap Harus Bayar Hutang
Libur Natal &Tahun Baru, Indosat Klaim Tingkatkan Kapasitas Layanan Data
Kemkominfo Ajak Pemangku Kepentingan Melakukan Sinergisitas
Menkominfo Lantik Anggota BRTI Periode 2018-2022
Segera Hadir, Konektivitas 5G yang Kecepatannya 400 Kali Kedipan Mata!
Telkomsigma Raih Sertifikasi Tier IV dari Uptime Institute
Telkomsel Luncurkan Aplikasi mBanking

(mdk/idc)