Kenali pentingnya founder agreement saat membangun startup

TEKNOLOGI | 25 April 2018 09:53 Reporter : Dwi Ariyani

Merdeka.com - Kesuksesan sebuah startup bukan cuma ditentukan dari seberapa tinggi kreativitas yang dimiliki para developernya, namun ada banyak hal. Selain faktor finansial, rekan bisnis yang tepat juga merupakan salah satu penentu keberhasilan startup.

Inilah tema yang diangkat oleh Muhamad Philosophi saat berbicara di depan peserta The NextDev Academy 2018. Lewat materi bertajuk “Legal: Basic Legal For Startups,” ia membeberkan tentang pentingnya pendiri startup memahami legalitas.

"Legal harusnya juga menjadi fokus para pelaku usaha. Disamping terkait manajemen risiko terkait pula dengan upgrading, jadi ketika mereka mau naik level profesional bukan startup, legalitas sudah terpenuhi," ungkap Co-Founder Legalku Digital ini.

Menurutnya, konflik antara co-founder merupakan faktor terbesar dari kegagalan sebuah startup. Karena itu diperlukan perjanjian-perjanjian kerja sama antara para pendiri, atau disebut juga founder agreement. Menurut pria yang disapa Philo ini, perjanjian para founder mencakup banyak hal. Mulai dari menentukan hubungan pendiri dan memberikan harapan bahwa semua pekerjaan akan menjadi milik entitas di masa depan. Selain itu, founder agreement juga bisa menguraikan klausa komunikasi dasar dan penyelesaian konflik untuk meminimalisir dampak dari perselisihan yang timbul dalam sebuah startup.

Masih ada banyak hal yang disampaikan oleh Philo tentang founder agreement dalam The NextDev Academy 2018. Selengkapnya bisa dibaca di sini.

(mdk/aik)