Halloween 2013

Kenapa sekarang banyak orang tak percaya makhluk halus?

TEKNOLOGI | 31 Oktober 2013 11:55 Reporter : Alvin Nouval

Merdeka.com - Fenomena seputar hantu terus muncul di tengah-tengah masyarakat di belahan dunia manapun. Namun, seiring waktu, makin sedikit saja yang meyakini hal ini dan menyangkal bahwa hantu itu ada.

Di Amerika Serikat misalnya, para penduduknya yang berpikiran maju sebagian besar lebih mempercayai sains atau ilmu pengetahuan ketimbang dengan hal-hal ghaib. Oleh karenanya, jika terjadi sesuatu yang aneh dan menakutkan di sana, orang lebih gampang mengaitkannya dengan fenomena alam ketimbang dengan kehadiran makhluk halus.

Dalam sebuah survei yang dilakukan sekelompok mahasiswa dari University of Southern California, membutkikan bahwa hanya separuh dari populasi Amerika Serikat saja yang percaya bahwa hantu itu ada. Selebihnya, lebih mempercayai ilmu pengetahuan.

"Hal ini menakjubkan karena kebanyakan warga Amerika lebih percaya ilmu pengetahuan. Dan mereka yang tidak percaya sains pun kebanyakan juga belum tentu percaya bahwa hantu itu ada," kata profesor antropologi, Tok Thompson.

Salah satu contoh, seperti dikutip dari NPR (27/10), Kevin Burns pernah suatu waktu diminta kakaknya untuk menjaga dua anaknya dirumah. Saat dua anak tersebut tidur, Kevin tiba-tiba mendengar tangis bayi yang amat keras.

Namun, saat dicari sumber suara tersebut, tiba-tiba saja tangis terhenti. Ketika ditanyakan ke kakaknya, sang kakak pun berkata bahwa itu mungkin suara hantu yang selama ini ada di rumahnya.

Tentu saja Kevin tak lantas percaya karena dirinya memiliki latar belakang ilmu pengetahuan yang kuat. Dia tidak percaya begitu saja bahwa ada hantu di dunia ini.

"Cerita tentang hantu sampai saat ini memang merupakan hal yang belum bisa dibuktikan kebenarannya, namun cerita ini juga belum tentu bisa dianggap bohong," sambungnya.

(mdk/nvl)