Ketimbang beli hape baru, konsumen lebih suka 'update software'

TEKNOLOGI | 11 Desember 2017 11:00 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Dulu, persaingan smartphone tak seketat sekarang. Di zaman sekarang, kita akan dijejali teknologi smartphone terbaru yang seakan mendikte kita untuk selalu ganti gadget dalam kurun waktu setahun.

Namun ketika fitur dan teknologi terbaru membuat harga smartphone merek papan atas jadi selangit, kebiasaan bergonta-ganti smartphone ditekan menjadi kebiasaan untuk lebih merawar smartphone.

Hal ini diungkapkan Jan Dawson pendiri dan analis utama dari Jackdaw Research leat laporannya di NYPost.

"Kita semua tahu kalau banyak orang yang masih menggunakan smartphone berusia 4 - 5 tahun dan tak punya alasan untuk upgrade," ungkapnya. Alih-alih membeli smartphone baru setiap setahun atau dua tahun, para pengguna lebih suka untuk menerima pembaruan software secara tepat waktu untuk menambahkan fitur baru ke perangkat lawas.

Sayangnya, kebiasaan pengguna yang seperti ini tentu buruk bagi bisnis smartphone. Menurut Chetan Sharma, CEO Chetan Sharma Consulting, hal ini yang membuat produsen besar memutar otak lagi untuk membuat inovasi terbaik dan mengembalikan siklus pembelian smartphone tiap setahun atau dua tahun.

Tahun ini, Apple dengan iPhone X-nya, dianggap berhasil karena berbagai aspek didalamnya yang diangga 'dinamis' dan menggoda konsumen untuk merogoh koceknya.

Kalau Anda, pilih gonta-ganti smartphone atau cukup dengan pembaruan software saja?

Baca juga:
iPhone terbaru nantinya akan gendong baterai yang lebih besar
Huawei akan tiru desain iPhone X, usung 'lengkungan hitam' di atas layar
Samsung lagi-lagi patenkan teknologi smartphone yang bisa dilipat, makin canggih?
Ini perbedaan Oppo F5, F5 6GB dan F5 Youth!
Harga Xiaomi Redmi 5 Plus terjangkau, spesifikasinya ciamik!
Spesifikasi Xiaomi Redmi 5 Plus, baterainya berkekuatan super!
OPPO beri kesempatan masyarakat jajal F5

(mdk/idc)

TOPIK TERKAIT