Kominfo AS Larang Operator Seluler 'Belanja' Dari Huawei

TEKNOLOGI | 25 November 2019 15:11 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - FCC yang merupakan departemen yang berfungsi serupa Kominfo di Amerika Serikat, baru saja menyetujui perintah untuk melarang operator seluler untuk menerima dana subsidi untuk digunakan membeli peralatan dari Huawei dan ZTE. Keduanya, dianggap sebagai "ancaman keamanan nasional" di AS.

Berdasarkan laporan dari Enagdget, kedua peruasahaan asal Tiongkok tersebut dianggap membantu melakukan tindakan mata-mata lewat instrumen peralatan telko besutannya yang digunakan oleh banyak operator seluler.

Dana subsidi ini sendiri mengacu kepada dana publik yang didapatkan dari berbagai aspek seperti perpajakan dan tarif cukai.

Di kebijakan yang sama, FCC menyebut bahwa operator seluler penerima dana subsidi diharuskan "membuang dan mengganti" instrumen telekomunikasi dari perusahaan tersebut. FCC pun menyuarakan soal pembayaran penggantiannya, mengingat pergantian instrumen dari produk Huawei/ZTE ke merek lain tentu memakan biaya masif.

1 dari 3 halaman

Huawei Angkat Bicara

Dalam pernyataannya kepada Enagdget, Huawei menyebut hal ini melanggar hukum. Huawei menyebut hal ini dikarenakan tidak pernah ada bukti pemata-mataan, dan regulator di AS diduga melihat hukum Tiongkok secara sebelah mata.

Huawei juga menyebut bahwa operator kecil akan dirugikan dengan adanya hal ini. Pasalnya, mereka pada dasarnya hidup dengan menggunakan peralatan besutan Tiongkok yang secara harga memang lebih murah.

Secara umum, sebut Huawei, masyarakat Amerika Serikat disebut akan membayar harga layanan internet dengan lebih tinggi karena menyusutnya kompetisi dan terjadinya dominasi dari satu pihak yang lebih 'kaya'.

2 dari 3 halaman

Tetap Bisa Berbisnis

Meski demikian, umur Huawei untuk tetap bisa berbisnis dengan perusahaan AS akhirnya diperpanjang.

Hal ini pasca administrasi Presiden Trump kembali mengeluarkan lisensi 90 hari untuk tetap berbisnis dengan AS.

Melansir Reuters, periode pembebasan bisnis 90 hari sebelumnya telah berakhir minggu ini, dan awalnya pemerintah AS akan memberi lisensi dengan periode yang lebih panjang yakni enam bulan.

Namun kebijakan ini berubah, dari enam bulan, berubah ke dua minggu saja, hingga akhirnya diputuskan 90 hari.

Kebijakan ini dianggap sebagai sesuatu yang sulit. Meski di satu sisi Huawei dianggap sebagai "mata-mata" yang mengancam keamanan siber pemerintah AS, Huawei adalah penyedia peralatan jaringan yang cakupannya luas di AS, terutama di daerah pedesaan negeri Paman Sam.

Di pelosok, instrumen jaringan dari Huawei diandalkan untuk memancarkan jaringan 3G dan 4G.

3 dari 3 halaman

Tergantungnya Desa dan Operator Telekomunikasi Dengan Huawei

Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, menyebut bahwa perpanjangan lisensi perdagangan Huawei ini dilakukan agar operator telekomunikasi tetap bisa melayani pelanggan di beberapa daerah terpencil di AS.

Layanan telekomunikasi di daerah tersebut dianggap sudah banyak masalah dan tertinggal. Angkat kakinya Huawei dari AS, akan membuat pedesaan AS makin tertinggal.

Departemen Perdagangan AS sendiri akan tetap memantau teknologi Huawei agar tidak ada kebocoran data atau penyalahgunaan yang dapat mengancam keamanan nasional.

Masih belum jelas apa solusinya jika Huawei benar-benar cabut dari Amerika Serikat. Bisa jadi pedesaan akan menggunakan instrumen jaringan buatan lokal yang harganya jauh lebih mahal dan menguras anggaran negara. (mdk/idc)

Baca juga:
'Umur' Huawei Untuk Berbisnis Dengan Perusahaan AS Kembali Diperpanjang
Smartphone Huawei Dilarang Beredar di Taiwan, Mengapa?
Huawei Mate 30 Pro Resmi Rilis di Indonesia, Standar Baru Smartphone Flagship!
Huawei Siapkan Smartphone Lipat Pesaing Motorola Razr, Seperti Apa?
Huawei dan UCWeb Kerja Sama Kembangkan Ekosistem Digital
Huawei Mate 30 Pro Resmi Rilis di Indonesia, Ini Harganya!
Huawei Sebut Mereka Mampu Bertahan Tanpa Amerika Serikat

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.