Kondisi Tubuh Manusia Jika Tersambar Petir

TEKNOLOGI | 9 Desember 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Hujan deras disertai petir mulai sering terjadi belakangan ini. Saat petir muncul, disarankan berlindung di tempat yang aman. Karena saat menyambar, kecepatan petir bisa mencapai 300.000 kilometer per jam. Berbagai kasus manusia menjadi korban sambaran petir, meski kemungkinannya kecil.

Perlu diketahui, menurut para ilmuwan, petir berasal dari partikel es yang bertabrakan satu sama lain di dalam awan. Hal ini menyebabkan kelebihan beban negatif yang harus dibawa ke dasar awan.

Beban ini bisa sangat kuat hingga partikel es 'menangkis' elektron, yang berupa partikel beban negatif, ke tanah di bawah awan tersebut. Hal ini menyebabkan tanah menjadi beban positif yang membuat terjadinya petir.

Lalu, apa reaksi pada tubuh manusia jika tersambar petir? Berikut ulasannya:

1 dari 4 halaman

Jaringan Kulit Rusak

Saat tersambar petir, tubuh akan merasakan aliran listrik selama 3 milidetik. Selesai menyambar, petir tersebut akan meninggalkan tubuh kita dengan luka dalam dan luka bakar. Tepatnya luka bakar bertipe 'third degree' yang merupakan luka bakar terparah, yang juga merusak jaringan bawah kulit.

Karena petir memiliki tenaga saat menghantarkan ke tanah sebesar 300 kilovolt, atau 150 kali lebih besar daripada listrik yang digunakan untuk industri.

2 dari 4 halaman

Pembuluh Darah Terbakar

Tak hanya itu saja, pembuluh darah juga bisa terbakar. Hal ini dikarenakan hentakan elektrik dari petir dan panas, biasanya akan menyebabkan kondisi bernama 'Lichtenberg figure' di kulit, di mana kulit menjadi luka yang berpola menyerupai ranting pohon.

3 dari 4 halaman

Gagal Jantung

Sambaran petir juga bisa mengakibatkan gagal jantung. Hal ini disebabkan karena ritme jantung yang berubah setelah terkena hentakan listrik. Ini yang menyebabkan beberapa kasus kematian akibat tersambar petir. Hentakan listrik ini juga dapat menyebabkan kerusakan kronis dari sistem pernapasan.

Jika hentakan listrik itu masuk ke dalam tengkorak, otak akan jadi sasaran utamanya. Hal ini bisa menyebabkan koma, serta lumpuh, baik temporer maupun total.

4 dari 4 halaman

Kondisi Jika Selamat dari Sambaran Petir

Dalam beberapa kasus, ada manusia yang bisa selamat dari sambaran petir. Meski begitu, kondisinya tetap akan terganggu. Ada beberapa hal yang berkaitan dengan saraf yang akan berubah. Beberapa ilmuwan masih belum menemukan sebabnya, namun mereka percaya jika hentakan listrik menyentuh 'sirkuit' internal di otak, perilaku sel juga akan berubah.

Hal ini akan menyebabkan perubahan kepribadian, suasana hati yang mudah gonta-ganti, serta hilang ingatan. Secara fisik, sangat mungkin untuk mereka yang selamat dari sambaran petir untuk mengalami hilang kontrol terhadap otot, layaknya Parkinson.

(mdk/dan)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.