Larangan copas status dan ambil foto di Facebook, ternyata hoax

Larangan copas status dan ambil foto di Facebook, ternyata hoax
Larangan copas status dan ambil foto di Facebook. ©2017 Merdeka.com
TEKNOLOGI | 28 Maret 2017 11:23 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Di beberapa media sosial seperti facebook, belakangan kerap muncul larangan untuk 'copy-paste' status serta mengambil berbagai foto dari media sosial milik seseorang. Dari sini banyak muncul larangan berupa 'broadcast' untuk mengajak orang lain menyebar imbauan tersebut.

Dalam broadcast tersebut, bahkan ada kewajiban untuk membuat pernyataan dan peringatan agar status dan foto tidak 'dicomot' seenaknya.

Berikut kiriman yang menyebutkan hal tersebut, lengkap dengan pernyataan seseorang yang disebut sebagai ahli hukum.

larangan copas status dan ambil foto di facebook

Larangan copas status dan ambil foto di Facebook ©2017 Merdeka.com

"Untuk sahabat2 Sosial media

Direkomendasi oleh para ahli hukum dan pengacara Dr. Mahmud Mulyadi, SH. M. Hum. (Pakar Hukum Pidana Universitas Sumatera Utara) Pelanggaran Privasi dapat dituntut secara hukum.

Facebook saat ini adalah entitas publik. Semua pengguna FB harus membuat pernyataan seperti ini. Jika anda belum mengeluarkan pernyataan setidaknya satu kali, maka akan secara teknis bahwa anda mengizinkan penggunaan foto dan informasi di akun facebook.

Dengan ini saya menyatakan :

nama : (Nama Pemilik Facebook)

bahwa saya tidak mengijinkan siapapun untuk menggunakan foto dan informasi di akun facebook saya dan digroup facebook ini ke media apapun.

Jika ada akun atas nama saya dan atau memakai foto di group facebook ini dan menggunakannya untuk menipu orang lain, maka saya tidak bertanggung jawab baik secara moril maupun materiil. Saya juga tidak bertanggung jawab jika ada permintaan mentransfer dana atas nama akun facebook saya dan atas nama group facebook ini.

Kiranya hal ini bukan hanya berlaku untuk akun saya, tapi juga akun sahabat2 yang lain.

Terima kasih,

(Nama Pemilik Facebook)

Copy Paste pesan ini dan posting pada wall anda, jangan gunakan fitur SHARE!"


Namun hal ini ternyata tidak benar. Menurut kebijakan penggunaan Facebook berupa Terms of Service yang seharusnya kita baca ketika mendaftar Facebook, konten apapun yang kita unggah di Facebook harus kita kontrol. Jadi siapapun tidak berhak untuk melarang seseorang 'mencopas' status atau menyimpan gambar yang seseorang kirim di Facebook. Tentu hal ini tidak berlaku untuk pengunggahan ulang konten tanpa pencantuman kredit.

Melansir Brilio.net yang mengutip pernyataan Facebook, hal ini juga senada.

"Siapa saja yang menggunakan Facebook wajib mengontrol konten dan informasi yang mereka posting, seperti yang telah kita nyatakan dalam syarat yang kita buat. Mereka harus mengontrol bagaimana konten dan informasi yang bisa dibagikan. Itu adalah kebijakan kami," tulis Facebook dalam pernyataan tersebut.

Terjadi di berbagai belahan dunia

Uniknya, hal semacam ini sudah lama terjadi di luar negeri. Bahkan rupanya broadcast status yang ternyata hoax itu tadi adalah terjemahan langsung dari bahasa Inggris, dengan ditambah catutan nama seorang pakar.

Berikut pernyataan tersebut dalam bahasa Inggris.

"The content of this profile is private and confidential information. The violation of privacy can be punished by law (UCC 1-308- 1 1 308-103 and the Rome Statute). NOTE: Facebook is now a public entity. All members must post a note like this.

If you prefer, you can copy and paste this version. If you do not publish a statement at least once it will be tactically allowing the use of your photos, as well as the information contained in the profile status updates. DO NOT SHARE. Copy and paste."

Jadi, jika Anda tidak ingin konten Anda disalahgunakan oleh orang lain, Anda harus lebih bijak untuk mengontrol informasi apa saja yang ingin Anda bagi di Facebook, sesuai kebijakan penggunaan atau Terms of Service dari Facebook.

Semoga bermanfaat.(mdk/idc)


[PART 2] 8 Hal sederhana yang jadi misteri, dijelaskan oleh sains!
4 Fakta dan penjelasan ilmiah tentang sakaratul maut
6 Penelitian baru yang ungkap rahasia 'aneh' dari alam
Berbahaya, ini 8 tempat yang paling banyak jadi arena uji nuklir!
Unik, Ini 5 hukum resmi yang dibuat manusia untuk antisipasi alien
7 Racun binatang yang mampu membunuh dengan cara sangat spesifik!
7 Teori ilmiah yang sungguh rasis dan rendahkan kaum minoritas

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami