LG Indonesia naikkan harga produk information display hingga 8 persen

LG Indonesia naikkan harga produk information display hingga 8 persen
TEKNOLOGI | 17 Juli 2018 06:53 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - LG Electronics Indonesia menjanjikan lebih agresif menyasar pasar business to business (B2B) di produk media penampil pesan (information display) di semester kedua tahun ini. Untuk itu, ada tiga produk baru yang diluncurkan demi menyasar segmen pemerintah dan swasta.

LG merupakan pemimpin pasar di segmen produk commercial monitor dengan pangsa pasar 49 persen. Tahun ini pasarnya ditargetkan tumbuh 50 persen, sehingga pangsa pasarnya diharapkan naik menjadi lebih dari 50 persen.

Meski kelihatannya bakal mudah sebagai penguasa pasar, LG melihat sejumlah tantangan bagi bisnisnya di semester kedua tahun ini, meski permintaan produk masih tetap baik.

Agustian Yusetia, B2B-Business Head, Information Display Division PT LG Electronics Indonesia, mengungkapkan, salah satu tantangan tersebut adalah tren pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, sehingga tembus lebih dari Rp 14.000 per dolar. Tren pelemahan tersebut berpengaruh terhadap produknya, lantaran produk media penampil pesan yang dijual di Indonesia masih diimpor dari Korea Selatan. Sehingga gonjang-ganjing rupiah berdampak terutama terhadap harga jual produk.

"Dampaknya, kami sudah menaikkan harga jual produk. Jika harga jual naik, bisa berdampak daya beli jadi menurun kan," ujar Agustian pada Merdeka.com, di sela pembukaan ruang pamer baru produk information display LG di kantor Jakarta, kemarin.

Kata dia, pihaknya sudah menaikkan harga jual produk information display sekitar 5-8 persen dari sebelumnya. Kenaikan itu sesuai dengan besaran pelemahan rupiah hingga kini.

Bisnis B2B LG di Indonesia sejak 2014 banyak ditopang dari segmen pemerintah, terutama untuk mendukung layanan bandara di Indonesia, seperti Bandara Kualanamu di Sumatera Utara, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Ngurah Rai Bali, dan Bandara Lombok. Kebutuhannya antara lain digunakan untuk flight information system. Namun, saat ini kontribusi segmen pemerintah dan swasta sama besar bagi LG Indonesia.

"Ke depannya, kami mengincar proyek kereta api LRT yang baru dimulai oleh pemerintah. Kami sudah ikut LKPP," ungkapnya. (mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami