Listrik Mati, APJII sebut Kerugian Ekosistem Internet Lebih Besar daripada PLN

TEKNOLOGI | 5 Agustus 2019 14:21 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza, turut berkomentar soal gangguan pasokan listrik PLN di beberapa wilayah di pulau Jawa pada Minggu, (4/8).

Menurutnya, dengan adanya gangguan tersebut otomatis seluruh ekosistem internet bermasalah. Tak hanya operator seluler saja, melainkan pula jaringan fixed broadband.

"Fixed broadband juga ikut bermasalah, bukan saja operator seluler. Semua ekosistem internet bermasalah saat itu," ungkapnya.

Artinya, tentu ada kerugian yang dialami oleh seluruh ekosistem internet akibat pasokan listrik dari PLN yang bermasalah ini. Sayangnya, Jamal belum memiliki data yang akurat tentang potensi kerugian yang dialami oleh ekosistem internet ini.

"Belum tahu dan rasanya agak susah untuk menghitung jumlah kerugiannya. Masalahnya kita belum tahu juga kerugian dari sisi e-commerce dan dari ISP, serta platform lainnya," jelas Jamal.

Hanya saja, kata dia, jika PLN telah menyebut potensi kerugiannya mencapai Rp 90 miliar, maka jumlah tersebut bisa lebih tinggi kerugiannya jika dibandingkan dengan ekosistem internet.

Memang, Jamal mengakui bahwa hal itu tidak bisa disamakan antara ekosistem dengan 1 perusahaan. Hal ini sebagai gambaran saja, bila PLN menyebut mengenai besaran potensi kerugiannya.

"Sekarang berapa besar transaksi yang tak bisa berjalan mulai dari e-commerce, ojek online, dan IoT. Jumlah potensi kerugian PLN yang sempat disebutkan itu, bisa jadi justru lebih besar kerugian yang dialami ekosistem internet," ungkapnya.

(mdk/faz)