Mandi Air Dingin Menyehatkan, Mitos Atau Fakta?

Mandi Air Dingin Menyehatkan, Mitos Atau Fakta?
TEKNOLOGI | 4 Desember 2019 12:32 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Sudah lama menjadi mitos yang banyak didengungkan, bahwa mandi air dingin adalah metode mandi yang paling sehat. Sebaliknya, mandi air hangat memiliki beberapa risiko yang dapat menyerang tubuh.

Namun apakah hal ini benar?

Hal ini diungkap oleh The Verge yang mengumpulkan beberapa jurnal kesehatan terkait hal tersebut, dalam studi yang dipublikasikan di PLos One soal mandi air dingin dan dampaknya untuk kesehatan dan pekerjaan.

Disebut bahwa mereka yang mandi air dingin 29 persen lebih rendah beresiko sakit. Secara keseluruhan, mereka juga jarang merasa sakit.

Studi ini pun cukup akurat, di mana ada 3.000 partisipan yang tidak terbiasa mandi air dingin, yang dibagi untuk mandi air dingin dan tetap mandi air panas di rentang waktu yang cukup lama.

Selain itu, studi ini dilaksanakan di Belanda pada bulan Januari, sehingga keadaan sedang sangat dingin.

1 dari 1 halaman

Dalam temuan di studi ini pun, sebenarnya para pelaku mandi air dingin juga tetap jatuh sakit. Perbedaannya, mereka tetap kuat untuk pergi bekerja atau beraktivitas.

Akhirnya para peneliti berkesimpulan secara sederhana, tak ada perbedaan berarti antara mandi air dingin atau pun air hangat, dan mandi air dingin tak membuat kita lebih sehat.

Perbedaan paling signifikan hanya mandi air dingin akan membuat kita lebih kuat untuk tetap beraktivitas.

Mana temperatur air pilihan Anda? (mdk/idc)

Baca juga:
Lampu Hemat Energi Justru Picu Polusi Cahaya
Agar Lebih Gembira, Sapi Di Rusia Pakai Headset VR
Layaknya Narkoba, Adiksi Smartphone Juga Sebabkan 'Sakaw'
Ini Penjelasan Ilmiah Soal Lintah yang Akan Mati Jika Ditabur Garam
Penjelasan Ilmiah Soal Ketagihan Pedas, Kamu Termasuk?
Ini Mekanisme Unik Anjing dan Kucing Kala Minum, Tanpa Gelas pun Jadi!
Penjelasan Ilmiah Mengapa Mata Terpejam Kala Bersin!

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5