Mantan CEO Google Ungkap Alasan Amerika Serikat 'Serang' Huawei

Mantan CEO Google Ungkap Alasan Amerika Serikat 'Serang' Huawei
TEKNOLOGI | 26 Juni 2020 13:08 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Selama bertahun-tahun, kita sudah mendengar banyak isu bahwa Huawei adalah musuh Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan perusahaan teknologi Tiongkok tersebut mengumpulkan informasi tentang konsumen lewat 'pintu belakang.'

Bahkan Huawei sudah sejak 2012 silam direkomendasikan untuk dilarang di Amerika Serikat. Ujungnya, Departemen Perdagangan AS meletakkan Huawei di daftar entitas agar tidak bisa berbisnis dengan perusahaan AS yang dampak besarnya membuat smartphone Huawei tak punya layanan Google.

Nah, hal ini diperkuat dengan pernyataan mantan CEO Google Eric Schmidt. Melansir Phone Arena yang mengutip wawancara sang mantan bos dengan BBC Radio, Huawei disebut sebagai ancaman keamanan yang nyata. Hal ini diungkap meski tak pernah ada bukti bahwa Huawei penggunakan 'pintu belakang' tersebut untuk memata-matai.

"Tidak ada keraguan bahwa Huawei telah terlibat dalam beberapa praktik yang tak bisa diterima oleh keamanan nasional," ungkap Eric. Ia sendiri kini memimpin Dewan Inovasi Pertahanan Pentagon.

"Tidak bisa dimungkiri bahwa informasi yang diambil dari router Huawei berakhir di tangan pemerintah (Tiongkok). Itu terjadi, kami yakin itu terjadi," tambahnya.

Huawei selalu membantah hal ini, dan mengklaim bahwa pihaknya independen dari pemerintah mana pun.

Baca Selanjutnya: Kalah Teknologi...

Halaman

(mdk/idc)

TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami