Mark Zuckerberg Terungkap Pernah Meretas Sistem Komputer Kampus Kala Kuliah

Mark Zuckerberg Terungkap Pernah Meretas Sistem Komputer Kampus Kala Kuliah
TEKNOLOGI | 29 Februari 2020 15:56 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Persoalan privasi adalah satu hal yang jadi batu sandungan raksasa media sosial Facebook. Skandal masif Cambridge Analytica adalah salah satu catatan buruk Facebook.

Beberapa kasus lain seperti pelanggaran terhadap aturan App Store, hingga upaya Facebook membayar orang agar datanya bisa diambil alih, juga terkait soal privasi.

Kesalahan-kesalahan langkah privasi ini membuat jejaring sosial terbesar di dunia ini kena denda USD 5 miliar oleh Komisi Perdagangan Federal AS.

Dalam sebuah buku baru berjudul Facebook: The Inside Story karya penulis Wired Steven Levy, dibahas mengenai CEO sekaligus pendiri Facebook Mark Zuckerberg terkait privasi. Terutama mengenai hari-hari awal Facebook.

Namun, buku ini juga menyiratkan satu hal, yakni pandangan Zuckerberg tentang privasi yang dianggap tidak jujur.

Mengutip Business Insider Singapore via Tekno Liputan6.com, pada 2003, saat Mark Zuckerberg masih berkuliah di Harvard dan bereksperimen dengan jejaring sosial, dia pernah membuat sebuah website prank bernama Facemash.

Website itu memperlihatkan foto teman kelasnya dan meminta mahasiswa lain untuk memilih, mana yang paling menarik.

Yang ada, Zuckerberg malah meretas sistem komputer kampus untuk mengunduh foto-foto temannya tanpa persetujuan dari satu pun mahasiswa di sana.

Petugas pun langsung memutus akses internet Zuckerberg dan mengancam untuk mengeluarkannya dari kampus. Demikian yang dilaporkan oleh koran The Harvard Crimson waktu itu.

Setelah itu, the Crimson juga menulis, Mark Zuckerberg kurang peduli dengan privasi para mahasiswa.

1 dari 1 halaman

"Mark Zuckerberg pun memperhatikan kritikan tersebut dan berjanji untuk membuat privasi sebagai sebuah komponen inti dari layanannya," tulis Levy dalam bukunya.

Namun, baru satu tahun berjalan, Mark Zuckerberg malah meretas email milik para siswa anggota redaksi The Crimson. Caranya dengan mengakses informasi login Facebook mereka.

Segera setelah meluncurkan The Facebook dari kamar asramanya, Mark Zuckerberg mengirimkan email ke temannya.

"Mark Zuckerberg: Yah, jadi ketika kamu membutuhkan informasi tentang siapa pun di Harvard, tinggal minta. Saya punya 4.000 email, foto, alamat, dan jejaring sosial.

Seorang teman: Apa? Bagaimana kamu mendapatkannya?

Zuckerberg: Orang langsung saja memasukkannya (ke The Facebook). Saya tidak tahu kenapa. Mereka 'percaya saya'. Bodoh."

Lewat sambungan telepon, Levy, menceritakan kejadian tersebut waktu Zuck masih berusia 19 tahun. Sementara di tahun 2020 Zuck harusnya sudah berubah.

Levy mengatakan, contoh-contoh peretasan email mahasiswa anggota the Crimson merupakan sebuah ilustrasi dari pendekatan Zuckerberg terhadap privasi.

Mark Zuckerberg sendiri mengatakan ke Levy bahwa dia menyesali apa yang dilakukannya pada masa lalu dan menganggapnya sebagai tindakan yang tidak dewasa.

Zuck juga sempat frustasi. "Pesan instan dan email lama dari sejak saya remaja terus muncul di luar konteks," kata Zuck.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustin Setyo Wardani (mdk/idc)

Baca juga:
Jokowi: Di Instagram Saya Banyak Yang Tawari Obat Penggemuk Badan, Ini Apa
Gara-Gara Hoaks Soal Corona, Warga Ukraina Panik Masal
TikTok Sempat Error Kala BTS Rilis Klip Baru, Mengapa?
Dark Mode WhatsApp Segera Hadir di Platform iOS?
Facebook Dituntut Akibat Penghindaran Pajak Rp124 Triliun
Facebook Bakal Beli Rekaman Suara Pengguna Demi Kembangkan Teknologi AnyarFacebook Ba
Orang Tua Kini Diberi Akses Untuk Kontrol Jam Anak Main TikTok

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami