Masing-masing orang punya kebutuhan paket data berbeda-beda

Masing-masing orang punya kebutuhan paket data berbeda-beda
ilustrasi operator. ©2018 Merdeka.com
TEKNOLOGI | 6 Februari 2018 10:26 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Kuota data internet 4G nampaknya saat ini sudah menjadi kebutuhan utama dan tidak lepas dari keseharian masyarakat. Namun, apakah kuota data yang dipilih sudah sesuai dengan kebutuhan dan juga harapan akan konektivitas data yang cepat?

Cici misalnya, mahasiswi dari universitas ternama di Jakarta, merupakan salah satu pelanggan seluler yang loyal. Setiap bulannya, Ia harus merogoh kocek Rp 200 ribu lebih demi mendapatkan kuota internet 4G. Menurutnya, harga yang harus dibayar itu, terlampau mahal. Sebab, layanan yang ia nikmati hanyalah sebatas sosial media. Seperti, Facebook, Twitter, Instagram, dan layanan pesan WhatsApp.

"Cepat habis, udah gitu sering turun jaringannya ke 3G padahal katanya kuotanya 4G jadi bingung." katanya.

Berbeda dengan pengalaman menggunakan kuota internet yang dirasakan oleh Rifa. Perempuan yang doyan traveling ini, mengakui provider yang ia gunakan saat ini cukup mengakomodir kebutuhannya. Terutama dari sisi layanan 4G-nya. Setiap bulan, setidaknya dia menghabiskan 15 GB kuota internet. Harga yang ia bayar pun relative lebih murah hanya Rp 100 ribuan.

"Tapi sebelumnya pakai yang 12 GB. Karena sekarang gak tersedia, akhirnya milih yang 15 GB. Jadinya ini paket datanya baru ganti. Menurutku dari segi harga lebih pas yang 12 GB kemarin sih. 12 GB dapet gratis telpon sama kuota YouTube 4 GB. Sekarang pengganti yang 12GB itu 10GB-nya internet dan YouTube. Buatku 10 GB gak cukup, aku beli yang 15GB. Eh, kuota YouTube-nya juga15 GB. Padahal aku gak nonton YouTube sebanyak itu," jelasnya.

"Aku seringnya pakai buat belajar browsing, medsos, belanja online, termasuk nonton video tapi bukan YouTube nah bingung kan kuota YouTubenya buat apa," imbuhnya.

Cici dan Rifa merupakan contoh pelanggan seluler yang memiliki perilaku penggunaan data yang berbeda-beda. Keduanya memiliki preferensi masing-masing dalam menggunakan internet. Sebetulnya, bila mereka menggunakan paket data sesuai dengan kebutuhannya, keluh kesah yang disampaikan mungkin saja bisa diminimalisir.

Setiap operator seluler, pastinya telah memaketkan datanya sesuai dengan kebutuhan pelanggannya. Seperti kuota utama, kuota malam, kuota bonus dan ada juga yang membagi ke dalam jaringan 4G dan 3G. Kembali lagi, semua itu harus disesuaikan juga dengan apa yang dibutuhkan.

Sebagai contoh, dari sekian paket data operator seluler yang menawarkan konektivitas jaringan 4G, kami ambil harga paling rendah yang disediakan oleh 4 operator, yakni berkisar Rp 60.000. Berikut rinciannya:

ilustrasi operator

ilustrasi operator ©2018 Merdeka.com

Melihat perbandingan harga dan kuota yang didapatkan dari gambaran di atas, Merdeka.com berharap bisa membantu dalam menentukan operator dan paket yang sesuai dengan kebutuhan.

Misalnya Smartfren. Operator seluler yang mengklaim jaringan 4G-nya terluas ini, cukup rata dalam membagi paketnya. Mereka juga memberikan sedikit bonus kuota 4G. Tetapi, yang perlu digaris bawahi adalah apa yang dibeli dengan harga itu semuanya 4G karena operator ini tidak memiliki jaringan 3G dan 2G, intinya bonus yang ditawarkan juga 4G. Jadi jika kecepatan dan stabilitas teknologi 4G yang kalian incar, Smartfren tentunya menjadi pilihan yang tepat.

Kemudian Telkomsel, dengan harga Rp 60.000 pengguna bisa mendapatkan total 6GB dengan pembagian kuota yang cukup rata. Meski melebihkan kuota untuk chatingan. Artinya paket ini merupakan paket yang standar untuk pengguna internet. Di antara operator di atas, Telkomsel memang termasuk mahal. Namun jaringan yang ditawarkan begitu luas. Operator di atas pun harus mengakui luas jaringannya.

Indosat dan XL juga sama. Membagi kuotanya sesuai dengan para pelanggan mereka. XL memberikan kuota 10 GB dengan sederhana. 5GB untuk kuota utama dan 5GB kuota malam. Sementara Indosat, 16 GB dibagi dalam tiga paket yakni 2GB kuota utama, 4GB kuota chatting, dan 10 GB kuota malam.

Berdasarkan pemaparan itu, maka konsumen diharapkan bisa memilih provider seluler yang sesuai dengan kebutuhannya. Perlu diingat juga besaran kuota harus diimbangi dengan kualitas jaringan 4G LTE yang prima, jika kuota 4G yang didapat besar namun konektivitas yang didapat hanya 3G atau bahkan 2G tentunya kenyamanan tidak menjadi maksimal dan percuma. Jadi, Let's be Smart dan mulailah bijak dalam memilih kuota data sesuai dengan kebutuhan. (mdk/ega)


Indosat sebut penggunaan internet genjot kesempatan warga raup tambahan pendapatan
Survei: Penambahan 10 persen pelanggan seluler, tingkatkan GDP RI 0,4 persen
46 Juta data pengguna ponsel Malaysia bocor, diduga akan dijual
Registrasi ulang kartu prabayar pakai NIK dan KK mulai diberlakukan
Menkominfo: Saya pantau terus proses registrasi kartu prabayar
Hari ini kewajiban registrasi kartu seluler dimulai, lakukan agar tak kena blokir
Kota ini jadi yang pertama di dunia terapkan larangan main ponsel sambil berjalan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami