Matinya Air Power dan Runtuhnya Reputasi Apple

TEKNOLOGI | 2 April 2019 14:40 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Nampaknya banyak sekali Apple Fanboy atau para pecinta gadget Apple yang menunggu datangnya AirPower, sebuah charger nirkabel serbaguna yang bisa digunakan mengecas beberapa gadget Apple secara bersamaan.

Namun akhirnya muncul berita mencengangkan, di mana Apple membatalkan AirPower. Laporan pertama datang dari TechCrunch, di mana Wakil Presiden Apple bidang Rekayasa Perangkat Keras yakni Dan Riccio, meminta maaf dan menyatakan bahwa AirPower tidak memenuhi standar Apple.

AirPower sendiri telah diperkenalkan pada 12 September 2017, berbarengan dengan diperkenalkannya iPhone X, iPhone 8, dan iPhone 8 Plus. Dijadwalkan, AirPower ini akan rilis pada tahun depannya, yakni 2018. Namun sepanjang tahun lalu tak ada kabar.

Apple awalnya masih memiliki harapan atas gadget ini. Diawali dengan adanya gambar terbaru dari AirPower yang sedang mengecas iPhone XS dari website Apple Australia. Di kotak AirPods terbaru pun, terdapat diagram yang menunjukkan cara mengecas AirPods di AirPower.

Namun semua itu tiba-tiba sirna ketika Apple secara resmi membatalkannya dan kita tak akan pernah lagi melihat AirPower.

Mengapa AirPower Tak Penuhi Standar Apple?

Sesuai pernyataan Dan Riccio yang menyebut bahwa "meski setelah banyak sekali upaya, AirPower tidak memenuhi standar tinggi Apple," tentu ada permasalahan di balik hal tersebut.

Usut punya usut, Apple mengungkap pula bahwa permasalahan terjadi di 3D coil yang ada di dalam pad AirPower.

Apple memperkenalkan desain yang cukup ambisius dengan konsep charger nirkabel yang bisa mengecas tiga produk berbeda sekaligus. Tentu ketika coil atau gulungan kawat yang kita kenal di charger nirkabel terlalu dekat satu sama lain, charger sekaligus gadget bisa overheat dan di situasi buruk bisa meledak.

Reputasi Apple yang Turun

Dimatikannya AirPower tentu mempengaruhi reputasi Apple. Pasalnya, masyarakat awam melihat gadget AirPower sebagai gadget 'sederhana' saja dan banyak sekali merek third party di luar sana. Namun di balik itu semua, masyarakat bahkan Apple sendiri tak menyadari bahwa inovasi AirPower sebenarnya tak masuk akal untuk dipraktikkan.

Menurut seorang analis teknologi yakni Dan Ives dari Wedbush Securities, melansir Phone Arena, ini adalah 'luka lebam untuk Apple.' Pasalnya, tak cuma teknologi ini diperkenalkan bersamaan dengan iPhone X yang revolusioner, teknologi ini dipromosikan langsung oleh Tim Cook.

Terlebih lagi, Apple tak cepat-cepat membatalkan AirPower. Apple terlambat hampir satu tahun untuk perilisan, dan akhirnya AirPower dibatalkan hampir 2 tahun setelah diperkenalkan.

Menurut Ives, Apple tidak akan rugi secara finansial, namun reputasi emas Apple terpukul secara keras.

Baca juga:
Ketika Bos Huawei Justru Gunakan Apple
iPhone XI Akan 'Pinjam' Fitur ini dari Samsung dan Huawei
Bukanlah Sebuah Ponsel, Awalnya iPhone Hanyalah Motherboard
iPad Mini 2019 Rilis, Lebih Mungil Lebih Bertenaga!
iPad Air 2019 Resmi Diperkenalkan, Tablet Dengan Prosesor Terbaru Dari Apple
Apple Developer Academy Diharapkan Bantu Kembangkan SDM di Indonesia
Airlangga Minta Apple Tambah Jumlah Universitas di Indonesia

(mdk/idc)

TOPIK TERKAIT