Mau kerja? serahkan password Facebook Anda

Mau kerja? serahkan password Facebook Anda
© Recipester.org
TEKNOLOGI | 16 Maret 2012 12:00 Reporter : Dwi Andi Susanto

Merdeka.com - Memiliki sebuah account di salah satu jejaring sosial adalah hak pribadi setiap orang. Sekarang ini banyak sekali bermunculan situs jejaring sosial, mulai dari yang masih baru ataupun yang sudah mempunyai bernilai trilyunan rupiah. Facebook salah satu contohnya. Setiap pengguna Facebook berhak menyimpan dan melindungi semua hal yang berkaitan dengan account mereka, termasuk password atau kata sandi. Juru bicara Facebook, Fred Wolens, mengatakan kepada PCMag.com, "Kita melindungi setiap hak pengguna Facebook. Kami mengatur segala hal termasuk penggunaan password. Dalam peraturan yang kita buat, password hanya boleh dipegang atau diketahui oleh pemilik account sebenarnya. Kita tidak menyarankan bahkan melarang untuk berbagi password dengan orang lain".

Namun, baru-baru ini di Maryland, salah satu negara bagian Amerika Serikat, para pelamar pekerjaan di Maryland Departement of Corrections (DOC) diwajibkan menyerahkan password account Facebook mereka ke perusahaan. DOC adalah suatu badan negara yang mengurusi masalah fasilitas untuk masyarakat dan keamanan. Tidak ada penjelasan resmi mengenai mengapa syarat tersebut diberlakukan. Tidak hanya untuk para pelamar pekerjaan saja, aturan ini juga berlaku untuk para pegawai baru dan pegawai lama. Salah satu contohnya adalah Robert Collins. Dia juga diminta untuk menyerahkan password email dan Facebooknya, padahal dia telah bekerja di DOC selama bertahun-tahun.

American Civil Liberties Union (ACLU) menyebut hal tersebut adalah pelanggaran hak asasi. Tidak hanya ACLU saja yang mengatakan hal tersebut, situs online Dailymail.co.uk mengatakan hal yang serupa. Dalam salah satu tajuk di halaman situs tersebut mengatakan bahwa memaksa ataupun meminta password account Facebook seseorang adalah pelanggaran peraturan Facebook. Salah satu isi peraturan di semua jejaring sosial adalah menyangkut masalah keamanan privasi.

Dikarenakan hal tersebut, sekitar 2.689 pelamar pekerjaan yang bisa dibilang prospektif mengambil kembali surat lamaran mereka dan menolak posisi ataupun gaji yang ditawarkan karena syarat yang tidak masuk akal tersebut.

(mdk/das)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami