Menkominfo soal hoax: Kita mau dorong literasi digital

Menkominfo soal hoax: Kita mau dorong literasi digital
Menkominfo Rudiantara. ©2016 Merdeka.com
TEKNOLOGI | 3 Februari 2017 13:48 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, akan melakukan perubahan strategi untuk meminimalisir portal berita-berita mirip pers yang cenderung hoax beredar kencang di media sosial. Informasi hoax mirip berita ini memang tengah menjadi salah satu fokus pemerintah.

"Kita tidak bicara lagi soal definisi hoax. Tetapi, harus ada langkah nyata keluaran dari produk journalist. Kita harap bisa memilah dan memilih yang sifatnya hoax atau tidak," katanya di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (2/2).

Menurutnya, dari sisi pemerintah pun tak ingin lagi hanya fokus pada pemblokiran yang kerap dilakukannya saat ini. Namun justru sebaliknya, memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membagi informasi yang lebih jelas.

"Startegi Kemkominfo berubah mendorong literasi digital dengan bekerja sama dengan pihak lain. Kalau selalu di hilir capek doang. Tapi, kita harus dari hulu," ujarnya.

Kerjasama dengan pihak lain seperti komunitas ini, dijaminnya tidak akan menimbulkan konflik kepentingan dengan pihak-pihak yang independen. Langkah ini hanya ingin mengembalikan marwah jurnalistik semata.

"Ini dilakukan bukan bermaksud turut campur tangan ke komunitas. Kita hanya ingin mengembalikan marwah jurnalistik," jelas pria yang akrab disapa Chief RA ini.

Dia pun menyinggung betapa banyaknya media-media online yang tak terdaftar di Dewan Pers. Merujuk dari data Dewan Pers, dikatakannya, ada 40 ribu lebih media online yang tak terdaftar. Sementara, tidak lebih dari 300 media online yang sudah terdata di Dewan Pers. (mdk/idc)

Baca juga:
Jokowi minta para menteri cepat tanggapi isu hoax
Minggu depan Menkominfo bakal bicara soal hoax dengan Facebook
Menag: Berita hoax ibarat air bah, berhenti sebar info bohong
Danjen Kopassus diserang info hoax, ini akun yang menyebarkan
Lawan hoax, internet harus dibanjiri informasi benar
Ini ciri informasi hoax di media sosial, jangan ikut menyebarkan
Warga di Samarinda nyaris bentrok gara-gara kabar hoax

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami