Menkominfo soal Malware Pegasus: Update itu Software

TEKNOLOGI | 7 November 2019 15:24 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate baru saja bertemu dengan perwakilan WhatsApp dari APAC. Dalam pertemuan itu, banyak hal yang dibahas. Salah satunya kabar mengenai malware Pegasus yang ramai diperbincangkan.

Malware ini mampu menembus enkripsi dan mengancam keamanan data penggunanya. Menurut Menkominfo, dari hasil pertemuan itu, pihak WhatsApp mengatakan Indonesia tak terkena dampak dari malware tersebut. Tetapi, dari sisi pemerintah sedang melakukan monitoring juga lebih dalam terkait ada atau tidaknya malware yang menyerang pengguna di Indonesia.

"Sejauh ini monitoring kita belum terlihat itu tapi gak bisa saya bilang tidak berdampak. Sebentar lagi saya akan mengadakan pertemuan dengan BSSN," kata Johnny kepada awak media di kantornya, Jakarta, Kamis (7/11).

Meski begitu, politisi partai Nasdem ini menyarankan agar para pengguna WhatsApp aktif melakukan update software aplikasi tersebut.

"Yang paling penting apabila perusahaan-perusahaan apps yang secara resmi minta supaya dilakukan update terhadap software-nya, maka kita harus menggunakan itu dengan baik. Dengan itu mencegah spyware, malware. Pegasus itu spyware itu gak bener. Di Indonesia belum ada. Tapi, tetap kita monitor," jelasnya.

1 dari 1 halaman

WhatsApp sebut Jaga Privasi

Direktur Kebijakan APAC WhatsApp Clair Devvy mengatakan, pihak WhatsApp mengajukan gugatan hukum terhadap NSO Group selaku pembesut spyware Pegasus di Amerika Serikat.

"Yang saya bisa bagikan tentang kasus ini adalah fakta bahwa kami berkomitmen untuk menjaga privasi dan enkripsi. Kami melihat hal-hal semacam ini bukan kasus yang kita inginkan. Oleh karena itu, kami mengajukan gugatan di AS terhadap NSO Group," ucap dia.

(mdk/faz)