Menkominfo soal Tri & Indosat Merger: Alokasi Spektrum Akan Dievaluasi

Menkominfo soal Tri & Indosat Merger: Alokasi Spektrum Akan Dievaluasi
BTS 4G. ©2021 Merdeka.com
TEKNOLOGI | 17 September 2021 08:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate menyambut baik merger antara Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut merupakan terobosan bagus untuk efisiensi industri telekomunikasi serta mempercepat transformasi digital. Ia juga mengatakan merger ini pemerintah akan mengkaji seluruh aspek dan mengevaluasi alokasi spektrum.

"Indosat dan Tri Baru resmi merger setelah mendapat persetujuan pemerintah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tentunya semua aspek akan di evaluasi oleh pemerintah termasuk alokasi spektrum," ungkap Johnny kepada Merdeka.com, Jumat (17/9).

Saat ini, menurut Johnny, pemerintah masih menunggu pemberitahuan resmi dari Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia soal proses merger ini. Perlu diketahui, dengan penggabungan kedua operator seluler itu, namanya berganti Indosat Ooredoo Hutchinson, Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia akan menyatukan dua bisnis yang saling melengkapi untuk menciptakan sebuah perusahaan telekomunikasi digital dan internet yang lebih besar dan lebih kuat secara komersial.

Selain itu, merger ini juga diharapkan dapat serta memberikan nilai tambah kepada seluruh pemegang saham, pelanggan, dan masyarakat Indonesia. Perusahaan ini akan menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia dengan perkiraan pendapatan tahunan hingga USD 3 miliar atau sekitar Rp 43 triliun.

Transaksi dari aksi korporasi ini disebut bernilai USD 6 miliar atau setara dengan Rp 85 Triliun. Bahkan, dengan merger ini bakal menjadi sebuah perusahaan telekomunikasi nomor dua.

Aziz Aluthman Fakhroo, Managing Director of Ooredoo Group, mengatakan, kesepakatan ini adalah suatu langkah besar untuk mencapai visi bersama dalam menciptakan nilai yang luar biasa untuk para pelanggan dan pemegang saham lewat penggabungan dua perusahaan telekomunikasi terdepan Indonesia untuk melahirkan perusahaan nomor dua yang lebih kuat di Indonesia, didukung oleh dua mitra yang sangat berkomitmen yaitu Ooredoo Group dan CK Hutchison.

"Dengan adanya kesepakatan ini, kami sekarang bisa fokus untuk menyelesaikan transaksi dan bekerja sama dengan CK Hutchison untuk menggabungkan keahlian dari masing-masing grup telekomunikasi global untuk membangun perusahaan telekomunikasi digital kelas dunia di Indonesia," ungkap Aziz.

Sementara itu, Canning Fok, Group Co-Managing Director of CK Hutchison Holdings, menyebutkan bahwa kesepakatan ini adalah kesempatan besar untuk membangun perusahaan telekomunikasi yang lebih kuat dan inovatif di Indonesia.

Hal ini juga merupakan transaksi yang memiliki nilai tambah untuk pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Indosat Ooredoo Hutchison akan berada pada posisi yang dapat mempercepat laju pembangunan dan perkembangan jaringan untuk mendukung agenda digital pemerintah Indonesia, serta memberikan manfaat bagi para pelanggan dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

"Dengan skala yang lebih besar, spektrum jaringan yang semakin luas, dan pembiayaan yang lebih efisien, Indosat Ooredoo Hutchison akan dapat memperluas jaringannya dan menyempurnakan layanan, kualitas, serta kecepatannya. CK Hutchison telah berinvestasi dan mengoperasikan bisnis telekomunikasi di 12 pasar di berbagai belahan dunia, yang banyak di antaranya telah sukses menggelar jaringan 5G. Kami sangat menantikan kesempatan untuk membawa layanan 5G paling inovatif ke Indonesia di waktu yang tepat," terang dia. (mdk/faz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami