Menlu AS Ingatkan Risiko Penggunaan Jaringan 5G Huawei

TEKNOLOGI | 7 Desember 2019 12:26 Reporter : Roy Ridho

Merdeka.com - Amerika Serikat telah menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk memastikan mitra-mitranya di seluruh dunia mengetahui risiko bekerja dengan perusahaan-perusahaan seperti Huawei.

hal ini seperti dikatakan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo di istana Necessidades, Lisbon, Kamis, 5 Desember 2019.

"Misi Amerika Serikat adalah untuk membagikan apa yang kita ketahui, apa yang kita pahami, dan bagaimana Amerika berpikir tentang keputusan yang harus kita buat sehubungan dengan perjalanan informasi Amerika," kata Pompeo ketika ditanya tentang keterlibatan raksasa elektronik China itu.

Pada konferensi pers bersama dengan menteri luar negeri Portugal Augusto Santos Silva, ia tidak menyebutkan nama Huawei, merujuk pada apa yang ia sebut "jaringan tidak terpercaya."

1 dari 1 halaman

Presiden AS Donald Trump pada Mei menempatkan Huawei pada daftar hitam perdagangan negara itu, dengan alasan masalah keamanan nasional, dan menekan sekutunya untuk menutup perusahaan dari jaringan mereka.

Huawei yang berbasis di Shenzhen berulang kali membantah tuduhan Washington tentang hal itu. "Kami mengakui kedaulatan setiap negara, hak untuk membuat keputusan untuk diri mereka sendiri. kami telah mencoba selama beberapa tahun terakhir untuk menjelaskan kepada teman-teman kami di seluruh dunia, tentang risiko yang menyertainya." tambah Pompeo.

Reporter Magang : Roy Ridho (mdk/idc)

Baca juga:
7 Smartphone Anti Air Terbaik di 2019, Mana Pilihanmu?
Diretas, Cuitan Huawei Hina Apple
Deretan Handphone Canggih yang Dukung 5G
9 Smartphone Dengan Kamera Terbaik di 2019, Mana Pilihan Anda?
Huawei Mate 30 Series Tak Mengandung Komponen AS
Huawei Rilis MatePad Pro, Tablet Canggih Pesaing iPad Pro
Kominfo AS Larang Operator Seluler 'Belanja' Dari Huawei

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.