Survei Terbaru LD FEB UI

Mitra Apresiasi Bantuan di Ekosistem Gojek di Masa Pandemi

Mitra Apresiasi Bantuan di Ekosistem Gojek di Masa Pandemi
TEKNOLOGI | 27 Mei 2020 16:22 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Survei terbaru Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) kepada 41.393 mitra pengemudi Gojek memiliki hasil menarik di masa pandemi Covid-19.

Survei tersebut mengungkapkan di tengah kondisi pandemi, baik perusahaan Gojek, mitra pengemudi maupun konsumen yang ada dalam satu ekosistem, saling membantu.

Survei menemukan mayoritas mitra pengemudi Gojek mendapatkan bantuan sosial dari pihak perusahaan Gojek, yakni 89 persen. Selain itu, mereka juga mendapatkan bantuan sosial dari konsumen (21 persen) dan dari sesama mitra (5 persen). Mitra driver juga mendapat bantuan pemerintah bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Survei bertajuk “Pengalaman Mitra Driver Gojek selama Pandemi Covid-19” bertujuan menganalisis dampak tekanan ekonomi akibat pandemi terhadap pekerja informal. Survei ini bagian dari riset LD FEB UI mengenai dampak sosial-ekonomi Gojek di Indonesia.

Dr Paksi Walandouw, Wakil Kepala LD FEB UI, mengatakan hasil survei ini menarik menarik, mengingat pekerja dan ekosistem Gojek sangat terdampak oleh pandemi dan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Riset ini juga menunjukkan di tengah kesusahan akibat pandemi, bagian dari ekosistem Gojek masih bergotong-royong membantu.

Bantuan sosial yang mengalir dari Gojek kepada mitra, dari konsumen ke mitra, bahkan antarmitra sangat dirasakan manfaatnya. Semangat saling membantu inilah yang kami lihat sebagai adanya sikap resiliensi, bahu-membahu membantu, sekaligus optimisme bahwa bencana bisa dilewati bersama,” ujarnya.

1 dari 1 halaman

Temuan Menarik Lain

gojek kenalkan inisiatif penjaga amanah

©Liputan6.com/Bawono Yadika

Temuan menarik lainnya, bantuan yang diberikan oleh Gojek sebagai perusahaan, membuat mitranya merasa terus didukung di tengah masa sulit. Pemberian bantuan tersebut direspon positif oleh mitra; mayoritas mitra (84 persen) mengapresiasi bantuan sosial yang mereka terima dari Gojek. Sebagian besar mitra yang mendapat bantuan mengatakan merasakan manfaat yang diberikan (74 persen).

Mitra pengemudi Gojek mendapatkan beberapa bantuan dari startup on-demand tersebut. Tipe bantuan sosial yang paling banyak diterima driver adalah program sembako dan/atau vocer makan gratis (77 persen), sisanya menerima bantuan posko aman (fasilitas cek suhu tubuh; pembagian paket 1 kesehatan terdiri dari masker, hand sanitizer dan lainnya; penyemprotan desinfektan kendaraan), keringanan cicilan, serta kerja sama dengan pemerintah untuk fasilitas program Kartu PraKerja.

Sikap gotong royong juga tercermin dari temuan bahwa meski alami penurunan penghasilan, hampir setengah mitra pengemudi Gojek (44 persen) memberikan bantuan sosial kepada sesama.

Pemberian bantuan terbanyak dilakukan adalah memberikan langsung pada anggota keluarga (18 persen) dan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan (11 persen). Sebagian mitra (15 persen) memilih untuk memberikan bantuan melalui komunitas pengemudi Gojek atau langsung pada sesama mitra.

Secara keseluruhan hampir semua mitra (89 persen) tetap berencana untuk melanjutkan kemitraannya dengan Gojek, dan sebagian besar mitra (73 persen) cenderung optimis bahwa penghasilan mereka akan kembali seperti sebelum terjadi pandemi.

“Optimisme mitra ini menarik karena menunjukkan adanya kepercayaan mitra pengemudi pada ekosistem ekonomi digital sebagai tempat mencari nafkah, serta resiliensi bisnis startup on-demand yang saat ini mampu bertahan di masa krisis,” kata Paksi.

Riset dilakukan menggunakan survei online dengan metode simple random sampling kepada mitra pengemudi roda dua (GoRide) dan roda empat (GoCar) Gojek yang sudah bergabung selama minimal tiga bulan terakhir.

Survei disebar ke seluruh mitra yang memenuhi syarat selama periode pertengahan Mei 2020. Total responden yang dianalisis adalah 41.393 dengan Margin of Error kurang dari 1 persen, dengan proporsi terbesar di Jawa-Bali (60 persen).

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami