Ngotot Main Pokemon Go Kala Lockdown, Pria ini Ditangkap

Ngotot Main Pokemon Go Kala Lockdown, Pria ini Ditangkap
TEKNOLOGI | 28 Maret 2020 13:59 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Untuk mencegahpersebaran virus corona, banyak negara yang menerapkan kebijakan lockdown.

Salah satu negara yang memberlakukan aturan lockdown karena virus corona adalah Italia. Karena hal itu, pemerintah pun meminta agar warganya tidak meninggalkan rumah mereka.

Bila kedapatan ada warga yang keluar rumah, pihak berwenang pun berhak menuntut pihak yang melanggar aturan tersebut.

Hal inilah yang terjadi terhadap seorang pria berusia 31 tahun di Italia, keluar dari rumahnya dan berjalan di San Fermo untuk bermain gim mobile augmented reality terpopuler, yaitu Pokemon Go, sebagaimana dilansir Leggo via Tekno Liputan6.com.

1 dari 2 halaman

Saat ditangkap polisi dan ditanya alasan keluar rumah, ia menjawab, "saya harus berburu Pokemon."

Walau secara teknis masyarakat masih diizinkan pergi ke luar, dengan alasan yang baik dan masuk akal, seperti berbelanja bahan makanan, membutuhkan obat-obatan, dan lain-lain.

Karena aksi nekatnya tersebut, ia akan dituntut melanggar aturan lockdown, beserta dengan 43.000 orang lainnya karena alasan yang berbeda-beda melanggar aturan lockdown yang diberlakukan oleh pemerintah Italia sejak 9 Maret lalu.

2 dari 2 halaman

Niantic Sampai Batalkan Acara

Berkaca dari semakin maraknya penyebaran virus corona di berbagai negara, Niantic selaku pengembang gim Pokemon Go pun memutuskan untuk membatalkan acara skala global mereka.

Untuk menekan angka penyebaran virus corona, pengembang pun meluncurkan fitur khusus yang memungkinan pemain setia Pokemon Go tidak harus keluar rumah untuk bermain gim.

Ini termasuk meningkatkan jumlah Pokemon yang muncul di satu tempat, PokeStop yang menjatuhkan lebih banyak jumlah item dari biasanya, serta potongan harga item.

Sumber: Tekno Liputan6.com
Reporter: Yuslianson (mdk/idc)

Baca juga:
Kapan Manusia Bisa Kebal Terhadap Virus Corona?
Maskapai Emirates Setop Penerbangan di Seluruh Dunia
Israel Krisis Ventilator, Netanyahu Perintahkan Mossad Cari ke Negara Lain
Xiaomi: Virus Corona Tak Pengaruhi Penjualan
Berdiam Diri di Jantung Uni Emirat Arab
Iran Tuding Tawaran Bantuan dari AS untuk Atasi Virus Corona Cuma Tipuan
Afghanistan Bebaskan 10 Ribu Tahanan Cegah Penyebaran Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami