Nomophobia, Ketakutan Seseorang Ketika Baterai Smartphone Habis

Nomophobia, Ketakutan Seseorang Ketika Baterai Smartphone Habis
Ilustrasi Pengguna iPhone Hitam Putih. ©2019 cnbc.com
TEKNOLOGI | 25 November 2020 13:08 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Satu aspek paling penting dalam penggunaan smartphone adalah pengecasan atau pengisian daya. Pasalnya, kapasitas baterai tentu terbatas, padahal aktivitas yang bisa dilakukan di smartphone makin tak terbatas.

Smartphone pun jadi perangkat andalan bagi banyak orang untuk menemani aktivitas, mulai dari rapat online, chatting, menonton video, dengar musik, main media sosial, hingga pesan makanan online.

Makin lama melakukan aktivitas dengan smartphone, baterai pun terkuras makin cepat. Bagi orang-orang yang bergantung pada smartphone, baterai habis kadang membuat kepanikan.

Orangpun langsung mencari stop kontak untuk mengisi daya. Jika sedang di luar rumah, powerbank pun jadi andalan untuk mengisi daya.

Berdasarkan hasil riset YouGov Realtime 2019 yang dikutip Tekno Liputan6.com, kekhawatiran pengguna terhadap daya tahan baterai smartphone yang menipis berpotensi menimbulkan kepanikan.

Pada gilirannya, kepanikan ini bisa mengakibatkan Nomophobia (No mobile phone phobia) atau rasa khawatir secara berlebihan ketika menjalani hidup tanpa gawai.

Takut Tak Bisa Dihubungi

Ketika berada di situasi seperti ini, para pengguna smartphone khususnya kalangan milenial merasa ketakutan saat tak bisa dihubungi oleh orang-orang penting, tidak bisa ikut rapat online, dan sejumlah ketakutan lainnya.

Apalagi di tengah situasi pandemi seperti saat ini, pengguna kian bergantung pada keberadaan smartphone.

Untuk itulah, vendor beberapa vendor smartphone mengembangkan sebuah algoritma khusus yang berfokus pada daya tahan baterai.

Misalnya Oppo lewat perangkat Reno4 dan Reno4 F yang dilengkapi fitur Super Power Saving Mode untuk melakukan penghematan terhadap daya tahan baterai tersisa.

Dengan fitur ini, Oppo mengklaim saat baterai tersisa 5 persen, perangkat dapat bertahan untuk memberikan daya terhadap aplikasi-aplikasi penting yang telah dipilih pengguna.

Menurut Oppo, dengan persentase 5 persen, perangkat bisa dipakai 77 menit untuk memakai Grab, 70 menit dipakai menelepon, 52 menit untuk bernavigasi Google Maps, dan 35 menit ketika dipakai untuk WhatsApp.

Untuk mengaktifkannya, pengguna dapat masuk ke menu Pengaturan atau Settings. Selanjutnya, pilih opsi Battery dan mengaktifkan fitur Super Power Saving Mode.

Baca Selanjutnya: Teknologi Smartphone...

Halaman

(mdk/idc)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami