Nyamuk berusia 46 juta tahun akhirnya ditemukan

TEKNOLOGI | 17 Oktober 2013 01:54 Reporter : Alvin Nouval

Merdeka.com - Aktivitas mengisap darah ternyata tidak dilakukan oleh nyamuk pada masa sekarang saja. Bahkan, nyamuk pada masa prasejarah juga mengisap darah sebagai bagian dari kehidupannya.

Seperti dilansir oleh The Verge (15/10), para peneliti dari Smithsonian National Museum of Natural History menyebutkan bahwa mereka telah menemukan fosil seekor nyamuk berusia 46 juta tahun lalu. Yang mengejutkan, dalam fosil tersebut diketahui bahwa sang nyamuk mati dengan kondisi menyimpan darah hasil isapan.

Untuk membuktikan bahwa sang nyamuk memang mengandung darah, peneliti kemudian mencoba memeriksa kandungan zat besi dalam perutnya. Ternyata, diketahui bahwa kandungan zat besi tersebut sangat tinggi dari yang seharusnya ada.

Hingga kini sendiri belum diketahui darah makhluk apa yang berhasil disedot oleh nyamuk tersebut. Namun, hal ini menjelaskan bahwa nyamuk tidak berevolusi untuk menyedot darah.

Terbukti, bentuk nyamuk dari masa prasejarah tersebut sama dengan nyamuk pada saat ini. Baik dalam bentuk mulut ataupun cara makannya, diperkirakan nyamuk pada masa tersebut tak berbeda dengan nyamuk saat ini.

Fosil ini sendiri ditemukan di sebuah danau di Montana. Kemungkinan, nyamuk tersebut mati tenggelam dalam danau tersebut dan kemudian beku akibat sedimen di dasar danau.

Memang banyak yang mengharapkan darah tersebut digunakan sebagai bahan pembangkit dinosaurus seperti yang ada di film Jurassic Park. Namun, para peneliti meyakinkan bahwa DNA tak akan bertahan dengan jangka waktu tersebut meskipun sudah berbentuk fosil.

(mdk/nvl)

TOPIK TERKAIT