Operator Tri Indonesia Ujicoba Teknologi LAA, Apa itu?

TEKNOLOGI | 1 April 2019 14:34 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Tri Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah melakukan uji coba teknologi Licensed Assisted Access (LAA). Uji coba ini dilakukan pada 16 Maret 2019 di Eldorado, Lembang, Bandung.

Uji coba tersebut dilangsungkan bersamaan dengan gelaran Bima Day 2019 yang juga diadakan di tempat yang sama. Dalam keterangan resminya, Senin (1/4), di tengah kepadatan trafik layanan selama acara berlangsung, kecepatan unduh di live networks berteknologi LAA mencapai 330 Mbps, upload mencapai 25 Mbps, serta menghasilkan pengalaman yang sangat baik saat melakukan aktivitas gim mobile dan streaming video beresolusi 8K.

Sekadar informasi, LAA merupakan teknologi 4,9G yang mengagregasikan spektrum selular dengan pita Wi-Fi. Teknologi ini memberikan kecepatan super cepat yang melengkapi teknologi 5G.

Lewat serrangkaian uji coba yang telah dilakukan Kominfo selama ini, uji coba kali ini terbilang istimewa karena diintegrasikannya LAA dalam live networks Tri Indonesia di tengah acara yang dihadiri sekitar 12.000 pengguna Tri, sehingga dapat disimulasikan dan user experience bisa langsung dirasakan di ekosistem yang live.

Akademisi dari Universitas Telkom dan Institut Teknologi Bandung juga turut menghadiri dan menyaksikan uji coba ini sehingga akan menjadi referensi atas penggunaan teknologi LAA.

"Apresiasi kami kepada Tri yang telah memfasilitasi uji coba LAA. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami dalam mempersiapkan regulasi dan peta pengembangan teknologi serta infrastruktur broadband. Hasil uji coba ini sangat baik dan optimal," ujar Aryo Pamoragung, Kepala Subdirektorat Penataan Alokasi Spektrum Dinas Tetap dan Bergerak Darat, Ditjen SDPPI Kementerian Kominfo.

"Sebuah kehormatan bagi kami untuk dapat ikut serta dalam uji coba LAA. Bagi Tri Indonesia, teknologi ini dapat menjadi pilihan untuk menghadirkan layanan internet cepat bagi pelanggan kami yang berada di daerah yang trafiknya padat, dan dapat menghadirkan teknologi yang mendekati kemampuan 5G sebelum teknologi 5G hadir," ujar Desmond Cheung, Chief Technology Officer Tri Indonesia.

"Kami akan selalu berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dengan inovasi dan terknologi terbaru untuk mampu selalu memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan," tambahnya.

Tri sendiri sudah dikenal luas oleh anak muda Indonesia yang memanfaatkan internet dan teknologi digital untuk mewujudkan ambisi dalam hidupnya. Pemanfaatan teknologi masa depan, di antaranya LAA, akan menghadirkan akses internet cepat dan mendukung pemberdayaan generasi muda Indonesia.

Baca juga:
Soal Jaringan di MRT, Menkominfo sebut Ruang Publik Jangan Terlalu Dikomersilkan
MRT Tak Ada Sinyal, Perang Tarif Operator Seluler Penyebabnya
Surya Citra Media Raih Awarding Top IT dan Top Telco 2019
Dirut BAKTI: Telkom dan Lintasarta Ujicoba Palapa Ring Tengah
Telin Pamerkan Potensi Pasar Digital Indonesia
Apa itu Tol Langit? Begini kata Dirut BAKTI
Pantai Pandawa Bali Diselimuti 4G Smartfren

(mdk/idc)

TOPIK TERKAIT