Orang Kidal Lebih Cerdas, Mitos Atau Fakta?

TEKNOLOGI | 13 November 2019 14:00 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Kita mengenal bahwa konsep menggunakan tangan kanan adalah hal yang mutlak harus dilakukan. Sebaliknya, melakukan sesuatu dengan tangan kiri akan diangap sebagai perbuatan yang kurang baik.

Hal ini berlaku untuk melakukan hal seperti makan atau memberikan sesuatu kepada orang lain.

Namun kidal sudah dianggap sebagai hal yang umum, dan perbedaan sudah mulai dipahami oleh masyarakat. Bahkan, seringkali orang kidal dianggap 'lebih' daripada orang normal.

Seringkali kita sering mendengar pelabelan bahwa orang yang kidal itu lebih cerdas, memiliki pemikiran yang 'out of the box,' serta dipenuhi dengan talenta artistik. Namun apakah generalisasi ini didukung oleh penelitian sains? Benarkah dengan menjadi kidal saja akan membuat seseorang lebih kreatif dan cerdas?

1 dari 2 halaman

Mungkin?

Jawabannya ternyata, mungkin. Meski banyak pelabelan tersebut yang terbukti benar, berbagai penelitian ilmiah tak begitu mendukung hal tersebut. Orang kidal yang ternyata mencapai 20 persen dari jumlah populasi dunia, sudah sering diteliti dan dicari kaitannya akan kesehatan mental, sistem imun, bahkan catatan dan perilaku kriminal yang ia lakukan.

Dilansir dari Psychology Today, ternyata meski terbukti baik dalam hal pemecahan masalah, ternyata orang kidal cenderung untuk meninggal lebih cepat.

Banyak studi yang menemukan bahwa orang kidal memang jauh lebih kreatif dalam berbagai aspek. Hal ini dikarenakan orang kidal harus menyesuaikan diri dengan dunia normal yang segala sesuatunya didesain untuk orang dengan tangan kanan yang lebih fungsional. Hal ini membuat orang kidal lebih terbiasa untuk berpikir di luar kebiasaan.

Namun jika disimpulkan dari berbagai konklusi ilmiah yang rumit, tak ada perbedaan mendasar dari orang yang menggunakan tangan kiri dan tangan kanan lebih dominan. Hal ini dikarenakan seharusnya tak ada kidal dan non kidal, karena yang ada hanyalah derajat dominasi dari masing-masing tangan.

2 dari 2 halaman

Dominansi Penggunaan Tangan

Sadarkah bahwa kita tak sepenuhnya menggunakan tangan kanan atau kiri secara dominan? Kita menggunakan tangan kanan untuk hal tertentu, dan tangan kiri untuk lainnya. Hal inilah yang membuat sebenarnya kidal atau non kidal itu sama saja.

Terlebih lagi, fasilitas juga makin mendukung untuk orang menjadi kidal, dan orang kidal sejak kecil sudah beradaptasi dengan baik dengan dunia 'kanan.'

Dari penelitian lebih lanjut, justru orang yang dapat membagi dominasi tangan kanan dan kiri adalah orang yang pemikirannya lebih fleksibel. Mereka adalah orang yang mudah bersimpatik kepada perspektif orang lain. Ketika mereka mempertimbangkan manfaat dan resiko dalam mengambil keputusan, mereka adalah orang-orang yang lebih fokus kepada resikonya.

Setidaknya, hal ini sedikit membuktikan bahwa mitos orang kidal lebih cerdas bisa jadi benar, dan bisa jadi salah. Sains meletakkan semua orang pada posisi yang setara, tak peduli dominasi tangan mana yang lebih kuat. Setuju? (mdk/idc)

Baca juga:
Polusi Cahaya di Perkotaan Makin Parah, Bisakah 'Dibersihkan?'
Hypebeast Ramah Lingkungan, Sepatu Besutan Kanye West Ini Gunakan Busa dari Ganggang
Penjelasan Ilmiah Mengapa Air Dingin Mampu Segarkan Dahaga
Upaya Para YouTuber Mulia Tanam 20 Juta Pohon
NASA Siapkan Proyek Untuk Deteksi Air di Bulan
Anjing dan Kucing, Mana yang Lebih Cerdas?
5 Alasan Ilmiah Mengapa Kita Habiskan Berjam-jam Untuk Lihat Instagram Story