PANDI Apresiasi BSN Dorong Percepatan Perumusan SNI untuk Aksara

PANDI Apresiasi BSN Dorong Percepatan Perumusan SNI untuk Aksara
PANDI bikin Program Digitalisasi Aksara Nusantara. ©2021 Merdeka.com
TEKNOLOGI | 6 Agustus 2021 23:07 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Usulan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) tentang perumusan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk aksara nusantara mendapat respons baik dari Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Usulan tersebut secara resmi diajukan pada Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian RI sebagai Sekretariat Komite Teknis 35-02 Komunikasi Digital. Hasilnya, Sekretariat Komite Teknis 35-02 merespons sangat baik sambil mengajukan usulan mendesak untuk dua perumusan standar.

Bahkan BSN mendorong percepatan perumusan SNI aksara nusantara, menyusul pengajuan Program Nasional Perumusan Standar (PNPS) dengan judul "Tata Letak Papan Tombol Aksara Jawa dan Fon Aksara Jawa". Berdasarkan perkembangan yang terjadi, PANDI akan mengajukan standar untuk aksara Jawa, Sunda, dan Bali itu secara bersamaan.

Y Kristianto Widiwardono, Direktur Pengembangan Standar Mekanika, Energi, Elektroteknika, Transportasi, dan Teknologi Informasi BSN, mengatakan bahwa pengusulan standar ini sebagai upaya melestarikan aksara-aksara nusantara.

“Standar ini ditujukan agar setiap karakter aksara dapat digunakan pada perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di platform, perangkat, dan aplikasi sehingga bagi penyedia perangkat lunak tersedia acuan dalam menampilkan karakter aksara tersebut secara utuh, dan bagi masyarakat jadi lebih mudah dalam penggunaannya,” ujar Kristianto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/8).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Kerjasama, dan Marketing PANDI Heru Nugroho mengapresiasi respons BSN tersebut karena dinilai penting untuk bisa melangkah ke tahap selanjutnya.

“PANDI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BSN atas responsnya terhadap usulan yang kami ajukan. Ini menjadi penting bagi kita untuk bisa melangkah ke tahap selanjutnya untuk segera mendapat pengesahan SNI dari aksara Nusantara ini,” ungkap Heru dalam keterangannya.

Heru yang memotori kegiatan "Program Digitalisasi Aksara Nusantara" menceritakan bahwa PANDI sudah berupaya mendaftarkan domain aksara daerah ke lembaga internet dunia: Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), tapi upaya ini belum berhasil karena kurangnya persyaratan yang dibutuhkan.

“Berkaca dari kegagalan sebelumnya, untuk mendaftarkan domain beraksara nusantara ke ICANN dibutuhkan beberapa persyaratan, salah satunya yaitu aksara harus terdaftar secara resmi dan digunakan secara luas di Indonesia. Pengusulan SNI merupakan salah satu upaya agar aksara daerah diakui penggunaanya di Indonesia. Maka itu, kami sangat senang dengan respons BSN yang siap membantu dan mempercepat proses perumusan hingga pengesahan SNI,” jelas dia.

Dengan tersedianya SNI yang diusulkan oleh Komunitas penggiat aksara daerah melalui PANDI, diharapkan dapat meningkatkan literasi aksara daerah berbasis TIK. Selain itu, usulan tersebut juga diharapkan dapat melengkapi salah satu persyaratan pendaftaran IDN ke ICANN.

(mdk/sya)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami