PANDI-Ditjen Kekayaan Intelektual Perkuat Kemitraan Lindungi Pemilik Merek & Domain

PANDI-Ditjen Kekayaan Intelektual Perkuat Kemitraan Lindungi Pemilik Merek & Domain
PANDI melanjutkan kerja sama dengan Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI. ©2021 Merdeka.com
TEKNOLOGI | 14 Februari 2021 09:00 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) memperkuat kembali kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI di 2021 untuk melindungi pemegang merek dan pengguna domain .ID di Tanah Air. Sebelumnya registri nama domain tingkat tinggi Indonesia domain .ID ini sudah bermitra dengan Ditjen Kekayaan Intelektual pada 2018.

Pada tahun itu, PANDI meneken perjanjian kerja sama tentang Pemanfaatan Nama Domain Internet Indonesia untuk Pengguna Layanan Kekayaan Intelektual dan Perlindungan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual untuk Pengguna Layanan Nama Domain Internet Indonesia. Salah satu bentuk kerja sama itu, pengecekan domain dapat dilakukan secara otomatis pada sistem AHU Ditjen Kekayaan Intektual dan sebaliknya.

Prof Yudho Giri Sucahyo, Ketua PANDI, mengatakansalah satu cara beradaptasi di kala pandemi adalah menggunakan situs web dengan nama domain. Saat ini Indonesia memiliki Nama Domain Tingkat Tinggi Kode Negara Indonesia, yaitu domain .ID, yang dikelola PANDI.

"Namun, ada hal penting untuk diketahui, sifat pendaftaran nama domain adalah first come first serve, yang dapat menyebabkan potensi perselisihan. Maka itu, kerja sama antara PANDI dan Ditjen Kekayaan Intelektual penting untuk memaksimalkan perlindungan merek dan nama domain," ujar Yudho dalam diskusi di sela acara penandatangan kerja sama PANDI-Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI, kemarin (11/2).

Menurutnya, mereka yang bertahan di masa pandemi kurang-lebih satu tahun ini adalah mereka yang hadir secara digital. UMKM sebagai penggerak ekonomi justru menjadi pihak yang sangat terpapar dan mengalami kerugian ekonomi yang signifikan, sehingga bagi mereka yang ingin bertahan kehadiran secara digital menjadi penting.

"Hal serupa tentu kita bisa wujudkan terkait kekayaan intelektual. Sebagai sesama pelayan publik, kita sama-sama bisa menjalin sinergi sebagai tindak lanjut kerja sama yang dilakukan untuk melayani publik lebih baik dari sisi pendaftaran kekayaan intelektual, perlindungan, dan penanganan kasus pelanggaran," ujarnya.

Harapannya, di publik banyak kasus publik dan deface (yang dijadikan sebagai phishing) yang bersinggungan dengan merek. Ketika mereka bertindak negatif, kita bisa memfasilitasi dalam perlindungan kekayaan intelektual dan kekayaan intelektual secara digital (domain).

“Bagaimana ke depannya? ini sangat strategis perihal big data. Tidak hanya keamanan, tapi juga ketahanannya antar-merek. Jejaring data akan terjaring ke dalam jaringan global,” tambah Sekretaris PANDI, Teddy Affan Purwadi.

Pendaftaran Merek dan Nama Domain Naik

Freddy Harris, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, menjelaskan memang diperlukan pelayanan ditjen ini menjadi semakin cepat. "Kami sangat senang PANDI dapat melakukan sosialisasi bersama karena domain akan berhubungan dengan merek. Tidak itu saja, ini juga berhubungan dengan copy right,” papar dia.

Kata Freddy, meski terpuruk, UMKM yang mendaftarkan merek kini semakin banyak. Bahkan secara umum pendaftaran di ditjen yang dipimpinnya naik hampir 40 persen. Info itu senada dengan PANDI yang mencatat peningkatan pendaftaran nama domain hingga 37 persen di 2020.

“Harapan kami, kerja sama ini (antara PANDI dan Ditjen Kekayaan Intelektual) penting, karena kekayaan intelektual dan nama domain perlu terus kita sosialisasikan, sehingga publik dapat perlindungan,” pungkas dia.

Baca Selanjutnya: Ketersediaan Merek ddan Nama Domain...

Halaman

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami