Pasca Pilpres, Hoaks Masih Perlu Diwaspadai

TEKNOLOGI | 7 Agustus 2019 16:37 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Septiaji Eko Nugroho, Ketua Presidium Mafindo, menyebutkan jumlah hoaks pasca pilpres 2019 cenderung menurun. Kemungkinan lantaran tensi politik menurun.

"Sekarang berkurang, tetapi setiap hari masih ada hoaks yang beredar. Mungkin karena masih adanya polarisasi soal Pilpres 2019," ujarnya saat konferensi pers Google News Initiative di Jakarta, Rabu (7/8).

Septiaji pun membandingkan jumlah hoaks yang bermunculan jelang Pilpres 2014 dan 2019. Selain jumlah hoaks yang massif di tahun 2019, pola penyebaran hoaks di tahun 2014 dan 2019 pun berbeda.

"Beda pada tahun 2014, penyebaran hoaks pada hari H. Sementara di tahun 2019 setelah pemilu selesai pun masih banjir hoaks bahkan setelah pengumuman KPU," kata dia.

Untuk saat ini, hoaks yang sering terjadi adalah soal bencana. Misalnya saja, seperti gempa di Banten pada pekan lalu. Hoaks-hoaks seperti air laut surut hingga pusat perbelanjaan runtuh ‘menghiasi’ hoaks terkait bencana.

"Hoaks mungkin soal bencana ya seperti gempa kemarin di Banten. Selain itu juga, hoaks kesehatan masih masif. Ini masih jadi ancaman buat kita," terang dia.

Sementara itu, Plt Direktur Pengendalian Aptika, Kemkominfo, Riki Arif Gunawan juga mengatakan hal yang senada dengan pernyataan Septiaji. Menurutnya, masifnya hoaks terjadi saat pemilu karena tingginya polarisasi yang terjadi di masyarakat. Namun, seiring berakhirnya Pemilu, intensitas hoaks pun menurun.

"Nah, hoaks saat ini itu lebih banyak muncul seperti PLN padam. Jadi isu kejadian sehari hari," ungkapnya.

Di kesempatan yang sama juga, Mafindo bekerja sama dengan Google.org, Hongkong University, dan Love Frankie meluncurkan program Stop Hoax Indonesia. Ini merupakan inisiatif dan inovasi untuk membendung hoaks pasca pemilu bersamaan dengan pelaksanaan lomba periksa fakta bagi jurnalis dan mahasiswa pertama kali di Indonesia.

Baca juga:
Bandara Husein Sastranegara Aman, Info BEC Runtuh Akibat Gempa Hoaks
Polisi: Hoaks Jajanan Mengandung Narkoba di Surabaya
Relawan Emak-emak Dihukum Penjara, Jubir Prabowo Mengaku Pembelaan Sudah Maksimal
Sri Mulyani Bakal Gandeng Selebgram dan Youtuber Tangkal Isu Hoaks
BPBD: Kabar Gelombang Tinggi Terjang Pura dan Pantai Nusa Dua Hoaks
Penyebar Hoaks Surat Suara Dicoblos Dihukum 14 Bulan Penjara
Trio Emak-emak Pelaku Kampanye Hitam di Karawang Dituntut 8 Bulan Penjara

(mdk/idc)

TOPIK TERKAIT