Patrick Walujo, bos Northstar Group, investor di platform Otomoto

TEKNOLOGI | 3 Oktober 2018 17:07 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Patrick Walujo, Co-Founder dan Managing Partner Northstar Group --perusahaan private equity, menanamkan modalnya di aplikasi baru, Otomoto.

Otomoto merupakan aplikasi yang khusus menyasar pengguna sepeda motor di Indonesia. Aplikasi ini bisa diunduh gratis di ponsel pintar Android dan segera menyusul untuk iOS.

"Salah satu owner dan founder Otomoto adalah Patrick Walujo. Sayang, dia tidak hadir pada hari ini," ujar Marwoto Soebiakno, Founder dan Board of Advisor Otomoto, kepada Merdeka.com, saat menghadiri peluncuran Otomoto di Jakarta, Rabu (3/10).

Marwoto, mantan Vice President Director PT Adira Finance, menjelaskan investasi Patrick di Otomoto bersifat pribadi dan bukan atas nama atau mewakili Northstar Group. Sayang, dia tidak bersedia menyebutkan jumlah saham kepemilikan Patrick.

Perlu diketahui, pada 2014 Northstar yang berbasis di Singapura melakukan investasi di PT Go-Jek Indonesia, yang memiliki ribuan mitra pemotor. Investasi tersebut dilakukan anak perusahaan, NSI Ventures --kini berganti nama menjadi Openspace Ventures dan pisah dari induknya, Northstar Group, untuk menjadi venture fund manager independen.Pada 2015, Northstar Group sendiri investasi lagi di PT Go-Jek Indonesia.

Aplikasi Otomoto dikembangkan dari aplikasi Sumo365 dan kini digunakan 40 ribu users. Saat ini jumlah sepeda motor yang melakukan servis di aplikasi ini mencaai 3 ribu unit per bulan. Aplikasi ini memiliki empat fitur unggulan:

1. Price engine
Sebagai yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, fitur ini memungkinkan pengguna aplikasi mengetahui harga jual motornya dengan akurat tergantung kondisi. Cukup dengan memasukkan tipe kendaraan, tahun produksi, dan jumlah kilometer, dalam hitungan detik, maka perkiraan harga motor dapat dilihat di layar ponsel.

2. Smart inspection
Pengguna juga dapat memeriksa kondisi fisik motornya dengan detail melalui fitur ini. Sebuah rangkaian pengecekan kondisi motor melibatkan mekanik profesional bersertifikat dari mitra bengkel Otomoto. Dari hasil inspeksi tersebut, pengguna memiliki pilihan untuk meningkatkan kondisi motor dengan melakukan perbaikan.

Laporan Smart Inspection dibagi ke dalam lima kategori, yakni grade A, B, C, D, dan E yang dapat dipakai sebagai acuan harga. Baik saat pengguna hendak menjual motor ke diler motor bekas maupun pembeli potensial.

3. Loan
Fitur ini menghubungkan pengguna aplikasi ke berbagai perusahaan pembiayaan tepercaya berskala nasional. Bahkan pengguna juga bisa mendapatkan pinjaman untuk kebutuhan di luar pembelian motor. Saat ini Otomoto bekerja sama dengan satu lembaga pembiayaan dan dalam proses tiga lembaga pembiayaan.

4. Booking service
Fitur ini membawa kemudahan bagi pemilik motor melakukan perawatan rutin. Layanan ini juga memungkinkan pengguna mengetahui lokasi bengkel berkualitas terdekat. Selanjutnya melakukan pemesanan jadwal kunjungan sesuai lokasi, hari, hingga jam yang diinginkan.

"Otomoto menyediakan informasi dan pilihan supaya pemilik sepeda motor dapat membuat keputusan terbaik sesuai dengan kebutuhannya. Tujuannya sederhana, yaitu dapat selalu memberikan layanan terbaik untuk memenuhi beragam kebutuhan bagi pemilik sepeda motor di Indonesia," ujar Marwoto.

Dennia Wu, Head of Technology Otomoto, menambahkan aplikasi Otomoto berusaha membawa pengguna merasakan potensi maksimal dari memiliki kendaraan roda dua.

"Sudah saatnya pemilik sepeda motor melihat potensi kepemilikan sepeda motornya bukan hanya sebagai alat transportasi, tapi juga sebagai aset yang berharga,” ujar Wu.

(mdk/sya)