Pemain OTT Perlu Diikat Aturan

Pemain OTT Perlu Diikat Aturan
TEKNOLOGI | 11 Agustus 2020 11:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kehadiran regulasi yang mengatur pemain Over The Top (OTT) akan menegakkan kedaulatan negeri ini di ranah digital. OTT adalah pemain yang identik sebagai pengisi pipa data milik operator.

Seiring perkembangan, OTT digolongkan berbasis kepada aplikasi, konten, atau jasa. Saat ini OTT menjadi elemen penting dari supply chain broadband, tapi nyaris tak ada regulasi yang mengatur untuk menjaga kompetisi yang sehat dengan ekosistem lainnya, seperti operator telekomunikasi.

Menurut Direktur Wholesale & International Service Telkom Dian Rachmawan, di beberapa negara setiap upaya untuk memberlakukan peraturan tambahan pada OTT selalu mendapatkan tentangan yang lumayan berat, terutama dengan jargon-jargon sebuah regulasi dapat menghambat inovasi.

"Tetapi, jika OTT dibiarkan berjalan tanpa regulasi, maka sustainibilitas dari ekosistem digital itu bisa tak berlanjut, terutama para operator telekomunikasi yang menjadi bagian dari supply chain broadband," kata Dian.

Dijelaskannya, kehadiran regulasi yang mengatur bisnis OTT sudah mendesak bagi negeri ini mengingat para pemain ini sama sekali tidak pernah membayar ongkos infrastruktur dan bahkan pada saat yang sama menghilangkan pendapatan utama operator yaitu voice dan messaging.

Sementara pertumbuhan pendapatan dari kenaikan berlangganan data payload selular dan apalagi jaringan tetap yang tidak mengenal terminologi payload, secara offset tidak mampu mencukupi penurunan pendapatan utama voice dan messaging.

"Bagaimana operator jaringan dituntut terus melakukan investasi jaringan untuk membuka akses wilayah yang begitu luas dengan ketidakmerataan infrastruktur seperti wilayah NKRI, sementara OTT, terutama asing, tidak ada memiliki kewajiban regulasi apapun," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Tak Punya Kontribusi Konkret...

Halaman

(mdk/faz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami