Pemkot Bogor Gandeng Kelas Pintar Susun Pedoman Pembelajaran Jarak Jauh

Pemkot Bogor Gandeng Kelas Pintar Susun Pedoman Pembelajaran Jarak Jauh
TEKNOLOGI | 22 September 2020 16:00 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjalin kemitraan dengan Pusat Riset Pendidikan Masa Depan dan Kelas Pintar dalam upaya penerapan aplikasi atau teknologi informasi dalam pembelajaran daring. Kemitraan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Bogor untuk mengoptimalkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dimasa pandemi Covid-19.

Walikota Bogor, Bima Arya menuturkan, kolaborasi ini merupakan tindak lanjut antara Pemkot Bogor dengan Pusat Riset Pendidikan Masa Depan yang menggandeng platform Kelas Pintar.

"Jadi sebetulnya Pemkot Bogor sudah ada kerja sama dengan Pusat Riset Pendidikan Masa Depan pada bulan Maret lalu mengenai pedoman belajar di sekolah dan pelatihan guru, kemudian dikolaborasikan dengan Kelas Pintar," jelas Bima.

Bima menegaskan, penggunaan aplikasi Kelas Pintar dalam proses PJJ ini merupakan kewenangan sekolah dan sifatnya tidak memaksa.

"Tidak ada subsidi dari kita, tapi dengan pedoman PJJ yang kita buat pembelajaran akan berjalan efektif dan efisien sesuai dengan kurikulum darurat," jelas Bima Arya.

Sementara itu, Fernando Uffie, Founder dan CEO Kelas Pintar mengatakan, menurutnya ketika mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi tujuan bernegara, maka sudah jadi tugas kita bersama untuk memastikan pendidikan berkualitas bisa dinikmati oleh seluruh anak bangsa, kapan dan di kondisi apapun.

"Kami mengapresiasi langkah cepat Pemkot Bogor dalam upaya mengoptimalkan PJJ. Untuk itu, kami dari Kelas Pintar siap memberikan kontribusi secara maksimal untuk memastikan kegiatan belajar mengajar lewat pembelajaran jarak jauh bisa menghasilkan lulusan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan-lulusan sebelumnya," jelas Uffie.

Menurutnya, apa yang dilakukan Pemkot Bogor dengan mempersiapkan insfrastruktur, content, pedoman dan menjaga keutuhan ekosistem pendidikan adalah bukti besarnya perhatian Pemkot Bogor terhadap sektor pendidikan.

Sebagai informasi, Pemkot Bogor akan menyediakan 797 titik Wifi yang bisa diakses gratis tersebar di Kota Bogor dan ada juga kuota gratis dari Kemendikbud untuk siswa 35 gigabyte dan guru 45 gigabyte, termasuk bantuan dari provider, seperti Telkomsel yang akan mengcover seluruh siswa dan guru di Kota Bogor sebanyak 380 ribu kartu perdana, Indosat 30 gigabyte, 3, IM3, Smartfren ke sekolah-sekolah.

Disdik Kota Bogor saat ini juga tengah mendata jumlah siswa yang tidak memiliki gadget atau kurang mampu. Tercatat, sementara ada 1.865 siswa SD dan SMP yang tidak memiliki gadget. 633 siswa SD dan 1.232 siswa SMP.

Baca Selanjutnya: Akses Konten Gratis...

Halaman

(mdk/faz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami