Peneliti klaim, psikopat dapat merasakan empati

Peneliti klaim, psikopat dapat merasakan empati
TEKNOLOGI | 26 Juli 2013 12:17 Reporter : Feronika Azmil

Merdeka.com - Opini yang selama ini beredar di masyarakat menunjukkan bahwa penjahat psikopat tidak dapat merasakan empati. Namun berdasarkan hasil penelitian terbaru menunjukkan hal lain.

Dilansir dari Softpedia (25/7), perbedaan orang umum dengan penjahat psikopat adalah mereka dapat memilih apakah ingin berempati atau tidak, tergantung kondisi mereka pada saat itu.

Para ahli meyakini bahwa teori tersebut benar berdasarkan fakta. Hal inilah yang dapat menjelaskan mengapa psikopat dapat menjadi sangat ramah namun kemudian juga dapat menjadi sangat kejam.

Selama investigasi, para peneliti memetakan otak dari 18 psikopat dan memberikan stimulasi dengan menggunakan film. Kemudian mereka diminta untuk berempati kepada tokoh yang ada di dalam film tersebut dengan mata tertutup.

Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun tidak secara otomatis, mereka dapat berempati ketika diminta. Para peneliti meyakini bahwa hasil penelitian ini dapat memberikan jawaban bahwa terapi dapat digunakan untuk menjaga perilaku para psikopat tersebut.

Hasil studi ini dituliskan di jurnal Brain yang diterbitkan pada 25 Juli 2013. (mdk/fra)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami