Penembakan di Jerman Disiarkan Langsung di Twitch, 2.200 Orang Menonton

Penembakan di Jerman Disiarkan Langsung di Twitch, 2.200 Orang Menonton
Twitch. ©2014 Guardianlv.com
TEKNOLOGI | 11 Oktober 2019 17:46 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Dalam sebuah serangan di kota Halle di Jerman, seseorang melakukan penembakan di luar sebuah tempat ibadah umat yahudi atau Sinagog. Mengerikannya, kejadian ini disiarkan secara langsung atau Live Streaming oleh sang penembak melalui Twitch.

Melansir BBC World, hal ini terjadi pada hari Rabu (9/10), pada pukul 12.00 waktu setempat.

Dalam live streamingnya, penembak membuat komentar anti-semit (anti-Yahudi) ke kamera, sebelum menembaki pintu Sinagog dan menembak dua orang di dekatnya. Tersangka adalah orang Jerman berusia 27 tahun.

2 dari 3 halaman

Ribuan Orang Menonton

Twitch, yang merupakan platform live-streaming besutan Amazon, menyebut bahwa ada lima orang yang menonton live streaming tersebut kala penembakan terjadi. Namun rekaman tersebut tetap online selama 30 menit setelah live streaming. Akhirnya, ada 2.200 orang yang menontonnya.

Twitch menyebut bahwa dalam investigasi mereka, terdapat orang-orang yang mengkoordinasikan dan membagi tautan live-streaming tersebut lewat aplikasi chat seperti WhatsApp.

Meski demikian Twitch menyebut bahwa video tersebut tidak dipromosikan dalam feed "Recommendation" yang biasa ada di home aplikasi atau website mereka.

3 dari 3 halaman

Pernyataan Twitch

Dalam pernyataannya, Twitch tak dapat menoleransi tindakan kekerasan berdasar kebencian.

"Setiap tindakan kekerasan ditanggapi dengan sangat serius. Kami bekerja secara urgen untuk menghapus konten ini, dan akan secara permanen menangguhkan setiap akun yang ditemukan memposting atau memposting ulang konten dari tindakan mengerikan ini," tulis Twitch.

Twitch sendiri menyebut bahwa akun penembak adalah akun yang baru dibuat dua bulan, dan hanya digunakan untuk live streaming penembakan ini.

Twitch juga telah membagi "hash" video, yang merupakan sidik jari digital video yang bisa mendeteksi akun yang mengunggah konten tersebut. Hash video ini telah diberikan kepada deretan perusahaan teknologi termasuk Microsoft dan Facebook, sehingga video tak bisa terupload di platform lain. (mdk/idc)

Baca juga:
Instagram Juga Hadirkan Dark Mode di Android 10
Demi Kokohkan Keamanan, Instagram Perkenalkan Fitur Email
Instagram Uji Fitur Group Stories, Apa Itu?
Instagram Dapatkan Dark Mode di iOS 13
Tab Following Activity di Instagram Akan Dihilangkan
Twitter Akhirnya Hadirkan Filter Cyberbully
Instagram Rilis Fitur Baru Untuk Hentikan Cyberbullying

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami