Pengamat E-commerce soal Predatory Pricing: Industrinya Semakin Kusut

Pengamat E-commerce soal Predatory Pricing: Industrinya Semakin Kusut
Ilustrasi e-commerce. ©Pixabay
TEKNOLOGI | 5 Maret 2021 13:49 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Pengamat E-commerce, Ignatius Untung mengatakan, persoalan predatory pricing pada dasarnya menjadi concernnya ketika menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA). Waktu itu, ia pernah menyampaikan kepada beberapa menteri terkait hal ini.

"Namun karena dampaknya belum terlihat dan yang sudah terlihat adalah peningkatan volume transaksi maka pemerintah tampak tidak bergeming," ungkap Untung kepada Merdeka.com melalui pesan singkat, Jumat (5/3).

Dihadapan beberapa menteri itu, ia menjelaskan sisi promo cashback atau potongan harga terlihat menguntungkan secara ekonomi. Sebab, secara instan akan mengakselerasi adopsi produk ekonomi digital namun cenderung akan menjadi jebakan yang sulit untuk dipecahkan.

"Maka industrinya jadi tidak sehat. Pemain lain yang mau ikut kebagian pangsa pasar mau tidak mau jadi harus ikut melakukan hal yang sama dan bahkan lebih besar lagi. Ini terus berbalas tidak ada habisnya. Akhirnya yang diuntungkan adalah platform dengan kekuatan modal yang besar. Akhirnya industrinya menjadi industri kapitalis," jelasnya.

Ia melanjutkan, predatory pricing dan berbagai bentuk promo potongan harga akan menyeret market menjadi semakin price sensitive market. Konsumen cenderung mencari yang lebih murah dan kurang menghargai kualitas.

"Di sisi lain produsen dengan minimnya margin akan kekurangan biaya untuk pengembangan produk. Akhirnya produk yang akan diciptakan lebih berorientasi pada murah ketimbang berkualitas. Persaingan model ini juga jadi berbahaya ketika pasar dikuasai oleh pemain yang paling punya modal besar untuk dibakar. Ini akan terus dipertahankan hingga akhirnya semua pemain tumbang. Akhirnya ketika pasar dikangkangi sendiri maka terjadi monopoli, dan pemain ini bebas menentukan harga. Termasuk harga yang tidak masuk akal," terang dia.

Baca Selanjutnya: Dibiarkan Atas Nama Pertumbuhan...

Halaman

(mdk/faz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami