Pengguna Gratisan Tak Dapat Enkripsi End-To-End, Ini Penjelasan Zoom!

Pengguna Gratisan Tak Dapat Enkripsi End-To-End, Ini Penjelasan Zoom!
TEKNOLOGI | 5 Juni 2020 13:11 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Aplikasi konferensi video terpopuler saat ini, Zoom, menyebut bahwa pihaknya tak akan menawarkan enkripsi end-to-end kepada akun gratis. Hal ini dikonfirmasi oleh ang CEO yakni Eric Yuan.

Melansir Engadget, keputusan ini cukup menggugah kontroversi. Hal ini dikarenakan Zoom dianggap mengedepankan bisnis ketimbang privasi pengguna.

Meski demikian, Zoom memiliki niatan berupa kerjasamanya dengan FBI dan penegak hukum lokal. Jadi jika ada peretas Zoom atau pengguaan Zoom dengan tujuan buruk, Zoom akan langsung menghubungi penegak hukum setempat untuk menangkap yang bersangkutan.

1 dari 1 halaman

Konsultan keamanan Zoom yakni Alex Stamos, memberi penjelasan tambahan terkait pernyataan Eric Yuan. Ia menyebut bahwa Zoom kesulitan menyeimbangkan antara peningkatan keamanan dan minimalisir penyalahgunaan produk.

Ia menyebut bahwa jenis penyalahgunaan yang kerap terjadi di Zoom sudah merupakan tindakan yang mengarah ke kriminalitas, seperti ujaran kebincian, paparan untuk anak di bawah umur, serta hal lainnya.

Penggunaan enkripsi pun dirasa percuma, karena kejahatan ini sebagian besar dilakukan oleh pengguna gratis dengan alamat email sekali pakai. Oleh karena itu, Zoom berminat untuk menindak secara langsung alih-alih memberi proteksi.

Masuk akal? (mdk/idc)

Baca juga:
Pakai Aplikasi ini, Masyarakat Bisa Hasilkan Uang Dari Sampah Rumahnya
WhatsApp Bakal Hadirkan Enkripsi Untuk Backup Data di iCloud
Pandemi Naikkan Konsumsi Data Bandwidth Untuk Download Aplikasi
Cara Membuat Oplas Challenge yang Tengah Viral dengan Aplikasi FaceApp
Berkah Pandemi, Google Meet Diunduh Lebih Dari 50 Juta Kali
Gara-gara Covid-19, Konsumsi Bandwidth Meningkat Terutama Unduh Aplikasi
Layanan Google Play Music Segera Ditutup

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5