Penjualan iPhone Jeblok, Apple Justru Tertolong Apple Watch

TEKNOLOGI | 31 Juli 2019 16:00 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Apple baru saja melaporkan pendapatan kuarta ketiga fiskal yang mencakup periode tiga bulan, yakni April hingga Juni.

Melansir Phone Arena, Apple menyatakan bahwa pendapatan yang dicapai dalam penjualan seluruh varian iPhone mencapai 25,99 miliar Dollar. Angka ini turun dari tahun lalu yang berhasil mencatat 29,47 miliar Dollar. Rasio penurunan ini cukup signifikan, yakni 12 persen.

Penurunan ini jauh lebih besar dari apa yang diprediksi oleh para pakar di Wall Street. Bahkan dalam rentang waktu 9 bulan, pendapatan Apple dari iPhone turun tajam dari 128,1 miliar ke 109 miliar.

1 dari 3 halaman

Kegagalan yang Mencetak Sejarah

Jebloknya penjualan iPhone ini ternyata menorehkan sejarah. Pasalnya, ini adalah pertamakalinya sejak tahun 2012 silam, penjualan iPhone tak sampai 50 persen keseluruhan pemasukan Apple.

Berdasarkan data, penjualan iPhone hanya berkontribusi sebanyak 48,3 persen saja terhadap total pendapatan Apple. Total pendapatan Apple sejumlah 53,8 miliar Dollar.

Pemasukan ini mendapatkan kontribusi dari penjualan iPad yang jadi penguasa pasar tablet pasca merilis dua model yakni iPad Pro tahun lalu dan iPad Air baru pada Maret lalu.

2 dari 3 halaman

Unit Apple Watch Jadi 'Penyelamat'

Karena lesunya penjualan iPhone, Apple hanya bisa berharap pada unit Layanannya seperti Apple Music, Apple News+, Apple Arcade, AppleCare, ApplePay, App Store, iCloud, dan masih banyajk lagi.

Namun, sumbangan signifikan datang dari segmen aksesoris canggih atau wearables. Dengan produk utama Apple Watch dan AirPods, produk aksesoris canggih Apple berada pada puncak kejayaannya dengan mencetak pemasukan 5,53 miliar Dollar hanya dalam tiga bulan saja.

Di periode yang sama tahun lalu, bahkan 4 miliar saja tak tercetak. Jadi, ini adalah kenaikan yang sangat signifikan dan berjasa 'menambal' lesunya penjualan iPhone.

3 dari 3 halaman

Penyebab Lesunya Penjualan iPhone

Disebut dalam laporan Phone Arena, salah satu penyebab lesunya penjualan iPhone adalah matinya penjualan di negeri China. Pasalnya menguatnya Dollar sebagai buntut perang dagang AS Tiongkok adalah kambing hitamnya.

Hal ini juga dipicu oleh pola pembalian individu yang makin skeptis dengan produk AS, terlebih pasca Huawei dimasukkan dalam black list entitas perdagangan AS.

Pendapatan turun juga terjadi di Eropa sebagai buntut banyaknya merek-merek baru seperti OnePlus dan Xiaomi yang menyerbu pasar benua biru. (mdk/idc)

Baca juga:
Setelah Pegatron, BKPM Ajak Produsen iPad Taiwan Pindahkan Pabrik ke Indonesia
Apple Dilaporkan Membeli Bisnis Modem 5G Intel, Tak Jadi Gandeng Qualcomm
Penjualan iPhone SE di India Disetop Apple, Ada Apa?
Apple 'Bersumpah' Tak Ada Kebocoran Lagi di iPhone 12
Apple Disebut Bakal Hadirkan Kembali Fitur Touch ID di iPhone
Pengamat: iPhone 2020 Bakal Kerek Pertumbuhan Penjualan Apple