Perusahaan Ini Produksi Baterai Mobil Listrik yang Tak Mudah Terbakar

Perusahaan Ini Produksi Baterai Mobil Listrik yang Tak Mudah Terbakar
TEKNOLOGI | 31 Maret 2020 18:30 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Mobil listrik di era ini makin jadi pilihan. Selain karena ramah lingkungan, penggunaannya tidak memerlukan bahan bakar sehingga jadi produk yang berkelanjutan.

Meski demikian, hanya ada satu masalah yakni mobil listrik punya baterai Lithium-Ion yang berkapasitas besar, dan baterai semacam ini punya sejarah panjang soal mudahnya terbakar.

Nah, melansir Engadget, sebuah perusahaan bernama BYD ingin mereduksi risiko itu terjadi, dan mereka mengembangkan sebuah baterai bernama Blade Battery.

Baterai ini tidak mudah terbakar karena temperaturnya yang tinggi untuk reakssi eksotermik, tidak melepaskan panas yang tinggi serta dalam waktu yang lambat. Selain itu, kurangnya pelepasan oksigen membentuk paket energi yang tidak mudah terbakar.

Baterai ini bahkan telah diujicoba untuk ditusuk, namun suhu baterai tidak meningkat sevara signifikan, apalagi membakarnya.

1 dari 1 halaman

Lebih Efisien

Baterai ini juga dilaporkan lebih efisien, karena struktur baterai yang dioptimalkan disebut 50 persen lebih baik dalam menggunakan ruang ketimbang baterai lithium ion berbasis fosfat yang konvensional.

Jarak tempuh baterai terbaru ini pun juga lebih luas, dalam uji cobanya dapa menempuh lebih dari 600 kilometer. Meski demikian, uji coba di dunia nyata diperlukan agar mendapatkan hasil nyata pula.

Sayangnya, BYD yang berbasis di Tiongkok juga sedang terdampak Covid-19, sehingga produksinya cukup terganggu dan memengaruhi ekspor. Menurut Anda? (mdk/idc)

Baca juga:
Ini Cara Meningkatkan Kualitas Menulis Anda Berdasarkan Sains!
Ahli Sebut Ada Kemungkinan Virus Corona Berasal dari Alam, Ini Penjelasannya
Pertama Kali Dalam Sejarah, 17 Ribu Karyawan NASA Kerja Dari Rumah
Ilmuwan Cari 'Pasien Nol' Covid-19, Kasus Pertama Muncul 17 November 2019
Bill Gates Pernah Prediksi Bahwa Pandemi Adalah Ancaman Umat Manusia
Astronom Temukan Oksigen Molekular di Luar Galaksi Bima Sakti
Misi Peluncuran Robot Mars oleh Eropa dan Rusia Tertunda Hingga 2022

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami